RADAR BOGOR - Pergerakan penyaluran bantuan sosial (bansos) pada 20 November 2025 memperlihatkan bahwa pencairan PKH, BPNT, dan BLT Kesra memasuki fase intensif.
Dilansir dari kanal Kabar Bansos, penyaluran yang sudah berjalan hampir tiga minggu ini menyasar seluruh kategori penerima, mulai dari pemegang KKS baru, KKS lama, hingga mereka yang sebelumnya menerima melalui mekanisme penyaluran Kantor Pos.
Pemerintah menegaskan bahwa tahap keempat ini akan diselesaikan paling lambat akhir November sehingga penerima yang tertunda tetap memiliki peluang mendapatkan bantuan sesuai haknya.
1. Perkembangan Terbaru Penyaluran Lewat Bank Penyalur
Pada sisi perbankan, laporan terbaru menunjukkan adanya pergerakan saldo yang mulai terdeteksi oleh penerima di Bank Mandiri dan BNI.
Kondisi ini mendorong pemerintah mengimbau masyarakat untuk melakukan pengecekan saldo secara berkala melalui ATM maupun mesin EDC di ewarung.
Bagi warga yang kesulitan mengakses sarana tersebut karena jarak atau keterbatasan fasilitas, pendamping sosial dan ketua kelompok tetap menjadi rujukan utama untuk memastikan informasi penyaluran dapat diterima tepat waktu.
2. Penentuan Kelayakan Melalui Status Desil DTKS
Kriteria penerima bantuan pada tahap keempat kembali mengacu pada status Desil yang tercatat dalam DTKS.
Penerima diminta memeriksa kategori desil mereka di aplikasi Cek Bansos agar mengetahui apakah bantuan masih berlanjut atau tidak.
Pemerintah sudah menetapkan pembagian yang menjadi dasar pencairan, yang rinciannya dapat dilihat dalam daftar berikut:
• Penerima yang termasuk Desil 1 hingga Desil 5 tetap berhak menerima PKH dan BPNT tahap keempat.
• Penerima yang berada pada Desil 6 hingga Desil 10 kemungkinan besar sudah tidak termasuk dalam daftar pencairan tahap ini.
3. Perluasan Penyaluran Bantuan Tambahan di Lapangan
Selain program utama PKH dan BPNT, penyaluran bantuan tambahan juga semakin diperluas.
Bantuan pangan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter dilaporkan semakin merata di berbagai daerah, memberikan tambahan keringanan bagi keluarga penerima.
Program Indonesia Pintar untuk penyaluran tahap akhir tahun pun mulai berjalan, dengan nominal seperti Rp450.000 yang sudah dicairkan di sejumlah wilayah, memperkuat dukungan terhadap kebutuhan pendidikan di akhir tahun.***
Editor : Eli Kustiyawati