RADAR BOGOR — Penyaluran berbagai bantuan sosial (bansos) PKH BPNT menjelang tutup tahun kembali berlangsung masif di seluruh Indonesia.
Sejak pertengahan November hingga awal Desember 2025, keluarga penerima manfaat (KPM) terutama peserta Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dapat menikmati hingga tujuh jenis bantuan sekaligus melalui integrasi data terbaru DTKS/DTSN.
Fenomena penyaluran bansos PKH BPNT membuat banyak warga menyebut periode akhir tahun sebagai “gelombang bansos gila-gilaan” karena intensitas pencairan yang hampir tanpa jeda.
Penyaluran Reguler
Menurut laporan Kemensos dan tim lapangan, penyaluran bansos reguler PKH dan BPNT tahap 4 tahun 2025 telah mencapai 80–90% secara nasional.
Banyak KPM melaporkan saldo sudah masuk ke KKS maupun e-wallet bansos sejak pekan kedua November.
BPNT dengan nominal Rp600.000 per KPM untuk periode Oktober–Desember cair secara bertahap melalui BRI, BNI, BSI, hingga Mandiri.
Meski di banyak daerah sudah tersalurkan, beberapa wilayah masih mengalami keterlambatan, terutama penyaluran melalui Bank Mandiri di sejumlah kabupaten seperti Bogor, Brebes, Garut, Jember, Kebumen, Lampung Timur, Gunungkidul, hingga Meranti dan Pangkep.
Warga diminta bersabar karena laporan lapangan menyebutkan progres penyaluran masih belum bergerak di beberapa titik Mandiri.
Bansos Pangan
Bansos pangan nasional juga menjadi pusat perhatian hari ini. Banyak daerah, terutama di Jawa dan Sumatera, masih melakukan pembagian beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter untuk alokasi Oktober–November.
Di Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Kendal, Bulog melaksanakan distribusi masif untuk sekitar 71.802 KPM. Sementara Kota Madiun, Tangerang, dan sebagian wilayah Banten terus merampungkan distribusi gelombang akhir.
Meski berjalan lancar, beberapa lokasi melaporkan antrean panjang akibat membludaknya jumlah penerima dan proses verifikasi data di lapangan.
Bansos Lanjutan
Setelah bansos pangan dan BPNT tahap 4, gelombang penyaluran baru akan mulai masuk sejak 20–21 November 2025 hingga awal Desember. Ada setidaknya tujuh jenis bantuan yang diterima oleh KPM yang masuk kategori PKH–BPNT dalam satu triwulan ini.
Daftar bantuan tersebut meliputi:
BLT Kestra Gelombang 2 — Rp900.000 per KPM, mulai dicairkan 21 November melalui PT Pos dan Bank Himbara. Sebanyak 11,6 juta KPM prioritas menjadi target penyaluran.
PKH Tahap Akhir 2025 — Nominal variatif hingga Rp3 juta per tahun tergantung komponen (balita, lansia, anak sekolah, ibu hamil).
Bansos pangan lanjutan — beras 10–20 kg dan 2–4 liter minyak sampai sisa wilayah tuntas.
BPNT Tahap 4 (gelombang akhir) — lewat KKS yang masih tertunda terutama penyaluran Bank Mandiri.
Bantuan PIP (Program Indonesia Pintar) — Rp450.000 hingga Rp1 juta per siswa, mulai cair November–Desember.
Atensi API — bantuan khusus untuk kelompok rentan sesuai rekomendasi pekerja sosial.
Program Permakanan — bantuan siap konsumsi untuk lansia, disabilitas, dan kelompok khusus tertentu.
Kemensos menegaskan bahwa verifikasi terbaru telah menghapus sekitar 2 juta penerima karena data tidak valid atau ganda.
Namun integrasi DTSN justru memungkinkan KPM yang valid menerima lebih banyak jenis bantuan tanpa mendaftar ulang.
Bansos Mahasiswa
Tidak hanya pemerintah pusat, pemerintah daerah juga meluncurkan bansos pendidikan. Pemkot Tangerang melalui Dinas Sosial resmi membuka pendaftaran Bansos Mahasiswa 2026 dengan bantuan sebesar Rp6 juta sekali cair.
Pendaftaran berlangsung 17 November – 1 Desember 2025 melalui aplikasi Tangerang Live. Sasaran utama ialah mahasiswa kurang mampu yang masuk Desil 1–5 DTKS dan memiliki KTP Kota Tangerang.
Berkas wajib meliputi KTP, KK, surat aktif kuliah, transkrip nilai, surat pernyataan belum menerima bantuan pendidikan lain, serta rekening bank aktif.
Program ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa dari keluarga miskin untuk tetap melanjutkan studi tanpa terbebani biaya kuliah.
Banjir Bansos Akhir Tahun
Dengan bertumpuknya berbagai program dari Kemensos, Kementerian/Lembaga, hingga Pemda, banyak keluarga penerima manfaat diperkirakan akan menerima 4 sampai 7 bansos sekaligus dalam periode satu bulan.
Penyaluran intensif ini menjadi bagian dari realisasi anggaran perlindungan sosial triwulan keempat menjelang penutupan tahun anggaran 2025.
Masyarakat diminta tetap memantau saldo KKS, jadwal PT Pos, serta update aplikasi daerah agar tidak salah informasi. Pemerintah juga menghimbau agar seluruh penerima mengikuti proses verifikasi untuk menghindari penundaan.
Gelombang bansos ini diperkirakan akan mencapai puncaknya pada awal Desember 2025, sebelum seluruh program resmi ditutup.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga