Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kabar Baik Bansos Untuk KPM! 50 Daerah Ini Mulai Cairkan BPNT Tahap 4, Berikut Progres dan Bank Penyalur serta Prediksi Bantuan Tambahan Besok

Ira Yulia Erfina • Sabtu, 22 November 2025 | 19:13 WIB
Ilustrasi penyaluran bansos PKH BPNT dan BLT Kesra.
Ilustrasi penyaluran bansos PKH BPNT dan BLT Kesra.

RADAR BOGOR - Pencairan bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 4 periode Oktober hingga Desember 2025 kembali menjadi kabar baik bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Per tanggal 22 November 2025, progres penyaluran bansos BPNT unntuk KPM telah mencapai sekitar 60 hingga 70 persen secara nasional, dengan percepatan terbesar terjadi di wilayah perkotaan dan semi-perkotaan.

Pemerintah menekankan bahwa proses penyaluran bansos BPNT dan lainnya bersifat dinamis sehingga KPM yang belum menerima saldo diimbau terus memantau aplikasi Cek Bansos atau berkoordinasi dengan pendamping sosial setempat.

Untuk mempermudah pemantauan, berikut daftar 50 daerah yang tercatat mengalami pencairan pada hari ini, disusun berdasarkan bank penyalur dominan yang menyalurkan dana BPNT kepada KPM di wilayah masing-masing seperti yang dilansir dari kanal Info Bansos.

1. Bank BNI (Penyalur Dominan Nasional: 40 Persen)

BNI menjadi penyalur terbesar secara nasional, terutama di wilayah perkotaan dengan jumlah KPM tinggi dan jaringan layanan yang luas.

Daerah yang tercatat telah menerima pencairan antara delapan puluh tiga hingga 95 persen meliputi Jakarta Pusat, Bandung, Bekasi, Sukabumi, Meranti, Lombok Timur, Medan, Samarinda, Lembang, Solo, Padang, Palu, serta wilayah lain dengan progres signifikan.

Dominasi BNI juga terlihat jelas di DKI Jakarta yang mencapai 90 persen pencairan pada hari ini. Dengan alur distribusi yang stabil, bank ini menjadi pendorong utama percepatan pencairan BPNT Tahap 4 secara nasional.

Daerah penerima melalui BNI:

Jakarta Pusat (95 persen), Bandung (90 persen), Bekasi (92 persen), Tasikmalaya (88 persen), Sukabumi (86 persen), Meranti (83 persen), Lombok Timur (90 persen), Medan (88 persen), Samarinda (84 persen), Lembang (93 persen), Solo (85 persen), Padang (84 persen), Palu (80 persen).

2. Bank BRI (Penyalur 30 Persen, Fokus Pedesaan dan Timur Indonesia)

Sebagai bank dengan penetrasi terluas hingga wilayah rural, BRI memegang peran penting dalam distribusi BPNT, khususnya di Jawa Tengah, Jawa Timur, serta pulau-pulau di wilayah timur Indonesia.

Daerah yang menerima pencairan melalui BRI mencatat progres antara 70 hingga 89 persen.

Jaringan BRI yang kuat memungkinkan pencairan merata di berbagai daerah pedesaan, mendukung pemerataan bantuan hingga ke wilayah terpencil tanpa mengurangi stabilitas layanan.

Daerah penerima melalui BRI:

Depok (85 persen), Semarang (87 persen), Sragen (82 persen), Madiun (89 persen), Kebumen (84 persen), Pangkep (77 persen), Flores (76 persen), Jambi (85 persen), Pekanbaru (80 persen), Manado (81 persen), Jayapura (70 persen), Madiun Lor (86 persen), Purwokerto (83 persen), Surabaya (89 persen), Bengkulu (77 persen), Kendari (76 persen), Sorong (71 persen).

3. Bank Mandiri (Penyalur 15 Persen, Persebaran Stabil Nasional)

Bank Mandiri menyalurkan BPNT di sejumlah daerah dengan progres mulai dari 70 hingga 82 persen.

Wilayah seperti Garut, Palembang, Pontianak, dan Makassar mencatat pencairan cukup stabil. Mandiri berperan sebagai penyeimbang distribusi, khususnya untuk daerah yang membutuhkan dukungan administratif dan layanan keuangan yang lebih terstruktur.

Daerah penerima melalui Mandiri:

Bogor (85 persen), Garut (75 persen), Brebes (70 persen), Lampung Timur (79 persen), Jember (78 persen), Palembang (82 persen), Pontianak (75 persen), Cirebon (79 persen), Yogyakarta (82 persen), Makassar (78 persen), Kupang (79 persen).

4. Bank Syariah Indonesia (BSI - Penyalur 10 Persen, Dominan di Sumatera dan Aceh)

BSI menjadi penyalur utama di wilayah Aceh, sebagian Sumatera, dan daerah berkarakter muslim yang lebih memilih layanan berbasis syariah.

Pencairan di wilayah ini berada pada kisaran 74 hingga 81 persen. Dominasi BSI terlihat jelas di Aceh Utara serta Banjarmasin dan Malang, dengan progres signifikan hari ini.

Daerah penerima melalui BSI:

Gunung Kidul (81 persen), Banjarmasin (78 persen), Malang (80 persen), Aceh Utara (81 persen), Gorontalo (74 persen).

5. PT Pos Indonesia (Penyalur 5 Persen, Fokus Wilayah 3T)

PT Pos berperan penting dalam menyalurkan BPNT bagi daerah yang belum terjangkau jaringan perbankan secara optimal.

Dengan fokus pada wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan, PT Pos menjangkau masyarakat yang membutuhkan akses langsung kepada bantuan fisik. Tingkat pencairan hari ini berada pada kisaran 72 hingga 73 persen.

Daerah penerima melalui PT Pos:

Ambon (72 persen), Ternate (73 persen).

Melihat progresnya, Jawa Barat menjadi wilayah paling masif pencairannya hari ini, dipimpin oleh Bandung, Bandung Barat, dan Lembang yang semuanya menunjukkan peningkatan signifikan melalui penyaluran BNI.

Jawa Tengah mencapai progres sekitar 75 persen, dibarengi distribusi beras 20kilogram dan minyak goreng melalui e-Warong.

Pemerintah juga memperkirakan bahwa pada tanggal 23 November 2025 akan ada penambahan pencairan untuk 20 daerah lain, termasuk Aceh Selatan, Batam, dan Tarakan, dengan total dana tambahan diproyeksikan mencapai Rp1,2 triliun.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bpnt #kpm #bansos