RADAR BOGOR - Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) melaporkan kejadian tidak biasa terkait proses pencairan Bansos tahap kedua dan tahap ketiga tahun 2025.
Sejumlah KPM peralihan dari PT Pos ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) mengaku, saldo Bansos PKH milik mereka justru masuk ke rekening Mekar yang diterbitkan oleh Bank BNI, bukan ke rekening KKS Merah Putih baru seperti yang seharusnya.
Laporan ini muncul dari berbagai wilayah dan melibatkan KPM Bansos yang tercatat sebagai penerima PKH tahap kedua dan ketiga.
Dalam sistem, status bansos mereka sudah SI (Standing Instruction), artinya bantuan telah diperintahkan untuk masuk ke rekening resmi KPM.
Dikutip postingan YouTube diary bansos, beberapa KPM mengaku belum menerima kartu KKS Merah Putih baru yang menjadi identitas rekening bansos mereka.
Saat pengecekan dilakukan, ditemukan fakta mengejutkan yakni saldo PKH ternyata masuk ke rekening Mekar lama rekening yang pernah diterima KPM sekitar tahun 2020 sebagai bagian dari program pembiayaan kelompok usaha mikro.
Rekening tersebut tercatat masih aktif di sistem bank, meskipun KPM sudah tidak menggunakannya.
Pengecekan lebih lanjut pada sistem SIKS-NG, aplikasi resmi penyaluran bansos, menunjukkan bahwa nomor rekening yang tertera sebagai rekening penyalur PKH ternyata identik dengan nomor rekening Mekar yang tercatat di buku tabungan lama milik KPM.
Temuan ini menunjukkan bahwa bank penyalur masih mengacu pada nomor rekening lama, meskipun KPM seharusnya menerima rekening baru melalui KKS Merah Putih.
Hal ini menyebabkan kebingungan di lapangan, terutama bagi KPM peralihan yang mengira bantuan belum dicairkan karena tidak menemukan saldo pada rekening bansos baru.
Berdasarkan analisis awal, diduga Bank BNI memasukkan saldo PKH ke rekening Mekar lama karena rekening tersebut masih terdaftar aktif dalam sistem perbankan.
Alih-alih mendistribusikan atau mengaktifkan kartu KKS baru untuk KPM peralihan, saldo justru langsung dikirimkan ke rekening lama yang sebelumnya digunakan oleh KPM.
Meskipun belum ada pernyataan resmi dari pihak bank, fenomena ini menunjukkan adanya sinkronisasi data yang belum sempurna antara sistem perbankan dan data penyaluran bansos.
Untuk mencegah kesalahpahaman dan memastikan bantuan diterima sesuai haknya, KPM yang mengalami kejadian serupa dianjurkan segera mendatangi bank penyalur, terutama Bank BNI. KPM disarankan membawa:
- KTP
- Kartu Keluarga
- Buku tabungan Mekar lama (jika masih ada)
- Undangan atau bukti terdaftar sebagai penerima PKH
- Petugas bank akan melakukan pengecekan untuk memastikan rekening mana yang aktif dan tempat saldo PKH disalurkan.
Kasus ini menegaskan perlunya penguatan koordinasi antara bank penyalur, pendamping sosial, dan sistem SIKS-NG agar penyaluran Bansos tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.
Sinkronisasi data rekening menjadi faktor penting untuk memastikan Bansos diterima tepat waktu dan tepat sasaran.***
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim