Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pencairan Bansos BPNT Rp600.000 Tahap 4 Kian Masif! 50 Wilayah Mulai Terima Saldo, Progres Nasional Tembus 70 Persen

Ira Yulia Erfina • Minggu, 23 November 2025 | 13:05 WIB
Ilustrasi Penyaluran Bansos
Ilustrasi Penyaluran Bansos

RADAR BOGOR - Penyaluran bansos berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 4 untuk periode Oktober hingga Desember menunjukkan percepatan signifikan pada 22 November 2025. 

Dana Rp600.000 yang dialokasikan bagi setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai bergerak serempak di berbagai daerah, terutama wilayah urban dan semi-urban yang menjadi pusat distribusi tercepat. 

Dominasi bank-bank penyalur juga semakin terlihat, dengan BNI menjadi yang paling mendominasi secara nasional, diikuti oleh BRI, Mandiri, BSI, dan PT Pos untuk daerah-daerah 3T.

Progres nasional pada hari tersebut sudah mencapai kisaran 60 sampai 70 persen. Namun pencairan tidak berlangsung dengan ritme yang sama di tiap wilayah; beberapa daerah telah hampir menyelesaikan penyaluran di atas 90 persen, sedangkan sebagian lain masih berada dalam fase pemutakhiran data. 

Untuk memberikan gambaran yang lebih konkret, berikut daftar 50 daerah yang terpantau telah menerima pencairan pada tanggal tersebut, lengkap dengan bank penyalur dominan serta estimasi progresnya seperti yang dilansir dari kanal Info Bansos.

1. Jakarta Pusat (BNI): 95 persen

2. Bandung (BNI): 90 persen

3. Bogor (Mandiri): 85 persen

4. Bekasi (BNI): 92 persen

5. Depok (BRI): 85 persen

6. Tasikmalaya (BNI): 88 persen

Baca Juga: Bansos BLT Kesra Rp900 Ribu Cair untuk 9.419 KPM Banyuwangi! Simak Rincian Wilayah Kecamatan dan Mekanisme Penyaluran

7. Garut (Mandiri): 75 persen

8. Bandung Barat (BNI): 91 persen

9. Semarang (BRI): 87 persen

10. Sragen (BRI): 82 persen

11. Madiun (BRI): 89 persen

12. Jember (Mandiri): 78 persen

13. Sukabumi (BNI): 86 persen

14. Brebes (Mandiri): 70 persen

15. Kebumen (BRI): 84 persen

16. Gunung Kidul (BSI): 81 persen

17. Lampung Timur (Mandiri): 79 persen

18. Meranti (BNI): 83 persen

19. Pangkep (BRI): 77 persen

20. Flores (BRI): 76 persen

21. Lombok Timur (BNI): 90 persen

22. Jambi (BRI): 85 persen

23. Medan (BNI): 88 persen

24. Palembang (Mandiri): 82 persen

25. Pekanbaru (BRI): 80 persen

26. Banjarmasin (BSI): 78 persen

27. Samarinda (BNI): 84 persen

28. Pontianak (Mandiri): 75 persen

29. Manado (BRI): 81 persen

30. Ambon (PT Pos): 72 persen

31. Jayapura (BRI): 70 persen

Baca Juga: Kabar Gembira, Penerima Bansos BLT Kesra Meluas, Kini KPM Desil 5-10 dan PKH Murni Berpeluang Mendapatkan Bantuan Rp900 Ribu

32. Lembang (BNI): 93 persen

33. Tasikmalaya (BNI): 87 persen

34. Madiun Lor (BRI): 86 persen

35. Cirebon (Mandiri): 79 persen

36. Purwokerto (BRI): 83 persen

37. Solo (BNI): 85 persen

38. Malang (BSI): 80 persen

39. Surabaya (BRI): 89 persen

40. Yogyakarta (Mandiri): 82 persen

41. Padang (BNI): 84 persen

42. Bengkulu (BRI): 77 persen

43. Aceh Utara (BSI): 81 persen

44. Makassar (Mandiri): 78 persen

45. Kendari (BRI): 76 persen

46. Palu (BNI): 80 persen

47. Gorontalo (BSI): 74 persen

48. Ternate (PT Pos): 73 persen

49. Sorong (BRI): 71 persen

50. Kupang (Mandiri): 79 persen

Dominasi penyaluran secara nasional juga memperlihatkan pola yang konsisten: BNI memegang sekitar 40 persen penyaluran, BRI mengisi sekitar 30 persen, Mandiri sekitar 15 persen, BSI sekitar 10 persen, dan PT Pos sekitar 5 persen yang tersebar di berbagai wilayah tiga T.

Khusus Jawa Barat, distribusi berada pada level yang paling masif, terutama di Bandung, Bandung Barat, dan Lembang yang menunjukkan peningkatan signifikan oleh BNI. 

Jawa Tengah berada pada kisaran 75 persen dengan dukungan tambahan berupa distribusi beras 20 kilogram dan minyak goreng melalui e-Warong. DKI Jakarta menunjukkan penyaluran sangat cepat dengan dominasi BNI mencapai sekitar 90 persen.

Untuk esok hari, 23 November, diperkirakan tambahan pencairan akan hadir di 20 daerah lain termasuk Aceh Selatan, Batam, dan Tarakan. Total nilai tambahan yang disiapkan mencapai sekitar Rp1,2 triliun.

Bagi KPM yang belum menerima saldo, langkah paling aman adalah memantau status melalui aplikasi Cek Bansos atau menghubungi pendamping sosial setempat karena pergerakan data masih berlangsung dan bersifat dinamis.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bpnt #kpm #bansos