RADAR BOGOR - Penyaluran bansos berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 4 untuk periode Oktober hingga Desember menunjukkan percepatan signifikan pada 22 November 2025.
Dana Rp600.000 yang dialokasikan bagi setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai bergerak serempak di berbagai daerah, terutama wilayah urban dan semi-urban yang menjadi pusat distribusi tercepat.
Dominasi bank-bank penyalur juga semakin terlihat, dengan BNI menjadi yang paling mendominasi secara nasional, diikuti oleh BRI, Mandiri, BSI, dan PT Pos untuk daerah-daerah 3T.
Progres nasional pada hari tersebut sudah mencapai kisaran 60 sampai 70 persen. Namun pencairan tidak berlangsung dengan ritme yang sama di tiap wilayah; beberapa daerah telah hampir menyelesaikan penyaluran di atas 90 persen, sedangkan sebagian lain masih berada dalam fase pemutakhiran data.
Untuk memberikan gambaran yang lebih konkret, berikut daftar 50 daerah yang terpantau telah menerima pencairan pada tanggal tersebut, lengkap dengan bank penyalur dominan serta estimasi progresnya seperti yang dilansir dari kanal Info Bansos.
1. Jakarta Pusat (BNI): 95 persen
2. Bandung (BNI): 90 persen
3. Bogor (Mandiri): 85 persen
4. Bekasi (BNI): 92 persen
5. Depok (BRI): 85 persen
6. Tasikmalaya (BNI): 88 persen
7. Garut (Mandiri): 75 persen
8. Bandung Barat (BNI): 91 persen
9. Semarang (BRI): 87 persen
10. Sragen (BRI): 82 persen
11. Madiun (BRI): 89 persen
12. Jember (Mandiri): 78 persen
13. Sukabumi (BNI): 86 persen
14. Brebes (Mandiri): 70 persen
15. Kebumen (BRI): 84 persen
16. Gunung Kidul (BSI): 81 persen
17. Lampung Timur (Mandiri): 79 persen
18. Meranti (BNI): 83 persen
19. Pangkep (BRI): 77 persen
20. Flores (BRI): 76 persen
21. Lombok Timur (BNI): 90 persen
22. Jambi (BRI): 85 persen
23. Medan (BNI): 88 persen
24. Palembang (Mandiri): 82 persen
25. Pekanbaru (BRI): 80 persen
26. Banjarmasin (BSI): 78 persen
27. Samarinda (BNI): 84 persen
28. Pontianak (Mandiri): 75 persen
29. Manado (BRI): 81 persen
30. Ambon (PT Pos): 72 persen
31. Jayapura (BRI): 70 persen
32. Lembang (BNI): 93 persen
33. Tasikmalaya (BNI): 87 persen
34. Madiun Lor (BRI): 86 persen
35. Cirebon (Mandiri): 79 persen
36. Purwokerto (BRI): 83 persen
37. Solo (BNI): 85 persen
38. Malang (BSI): 80 persen
39. Surabaya (BRI): 89 persen
40. Yogyakarta (Mandiri): 82 persen
41. Padang (BNI): 84 persen
42. Bengkulu (BRI): 77 persen
43. Aceh Utara (BSI): 81 persen
44. Makassar (Mandiri): 78 persen
45. Kendari (BRI): 76 persen
46. Palu (BNI): 80 persen
47. Gorontalo (BSI): 74 persen
48. Ternate (PT Pos): 73 persen
49. Sorong (BRI): 71 persen
50. Kupang (Mandiri): 79 persen
Dominasi penyaluran secara nasional juga memperlihatkan pola yang konsisten: BNI memegang sekitar 40 persen penyaluran, BRI mengisi sekitar 30 persen, Mandiri sekitar 15 persen, BSI sekitar 10 persen, dan PT Pos sekitar 5 persen yang tersebar di berbagai wilayah tiga T.
Khusus Jawa Barat, distribusi berada pada level yang paling masif, terutama di Bandung, Bandung Barat, dan Lembang yang menunjukkan peningkatan signifikan oleh BNI.
Jawa Tengah berada pada kisaran 75 persen dengan dukungan tambahan berupa distribusi beras 20 kilogram dan minyak goreng melalui e-Warong. DKI Jakarta menunjukkan penyaluran sangat cepat dengan dominasi BNI mencapai sekitar 90 persen.
Untuk esok hari, 23 November, diperkirakan tambahan pencairan akan hadir di 20 daerah lain termasuk Aceh Selatan, Batam, dan Tarakan. Total nilai tambahan yang disiapkan mencapai sekitar Rp1,2 triliun.
Bagi KPM yang belum menerima saldo, langkah paling aman adalah memantau status melalui aplikasi Cek Bansos atau menghubungi pendamping sosial setempat karena pergerakan data masih berlangsung dan bersifat dinamis.***
Editor : Eli Kustiyawati