RADAR BOGOR - Progres pencairan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap 4 semakin signifikan. Secara nasional pencairan bantuan sosial (bansos) tersebut sekitar 60 persen, dibarengi Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) non KKS.
Selain BPNT, penyaluran bansos BLT Kesra non-KKS dilakukan secara serentak di beberapa Kabupaten atau Kota. Penyaluran aktif terutama di Jawa, Sumatera, Bali, dan Indonesia bagian Timur.
Melansir YouTube Info Bansos, berikut daftar representatif daerah yang telah dan sedang cair bansos, baik BPNT dan khususnya BLT Kesra sebagai berikut:
Provinsi DKI Jakarta
Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat.
Penyalur dominan BNI dan BRI.
Pencairan masif via ATM, ratusan KPM transaksi baru, dan progres lebih dari 80%.
Provinsi Jawa Barat.
Baca Juga: KPM Baru Merapat, Bansos BLT Kesra Rp900 Ribu Mulai Disalurkan Serentak di 8 Daerah Ini
Kabupaten Bandung Barat dan Bekasi.
Kota Bekasi, Bogor, Cimahi, Kuningan, Purwakarta, Bandung, Banjar, Depok, Sukabumi, Tasikmalaya, dan Lembang.
Penyalur BNI dan Bank Mandiri.
Antrian ATM ramai, progress 70-90%, dan door to door untuk lansia.
Provinsi Jawa Tengah
Baca Juga: Waspada! Ruas Jalan Dago Cikuda Parung Panjang Bogor Rawan Kejahatan Akibat Minimnya PJU
Kabupaten Karanganyar, Klaten, Magelang, Pekalongan, Pemalang, Sukaharjo, Tegal, Wonogiri, dan Surakarta.
Penyalur BNI dan BRI.
Provinsi Jawa Timur.
Kabupaten Banyuwangi, Bojonegoro, Gresik, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto, Pamekasan, dan Pasuruan.
Kota Probolinggo, Surabaya, dan Jember.
Penyalur BNI dan BSI.
Peningkatan transaksi, 472 KPM di Jember sudah cair dan masih berlangsung.
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Kabupaten Bantul dan Kulonprogo.
Kota Yogyakarta.
Penyalur BNI dan Bank Mandiri.
Pencairan hampir bersamaan dengan PKH dan progres tinggi di urban.
Kota Serang, Tangerang Selatan, dan Tangerang (Kecamatan Sepatan).
Penyalur BNI dan BRI.
Penyaluran melalui Alfamidi atau e-Warong dan fokus Desil 1-4.
Kabupaten Gianyar.
Penyalur BNI.
Penyaluran mulai 13 November 2025 dan progres cepat untuk KPM baru.
Pulau Sumatera
Kabupaten Pangkalpinang, Lubuklinggau, Brau, Sawahlunto, Deli Serdang, Binjau, dan Lampung.
Penyalur BNI dan BRI.
Distribusi berlanjut sejak 13 November 2025.
Pulau Kalimantan
Kota Bontang dan Tarakan.
Penyalur BNI.
Penyaluran secara bertahap, prioritas area 3T.
Kota Tual, Halmahera Barat, dan Jayapura.
Penyalur BNI dan PT Pos Indonesia.
Progres menanjak.
Penyaluran BLT Kesra non-KKS di Kantor Pos tetap berlangsung walaupun hari Minggu. BLT Kesra merupakan program bansos yang merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk meringankan beban masyarakat miskin dan rentan serta menjaga daya beli masyarakat, khususnya 35 juta KPM.
Syarat menerima BLTS ialah berada dalam Desil 1-4 pada Data Tunggal Sistem Ekonomi Nasional (DTSEN).
Nominal BLTS ialah Rp 300 ribu per bulan. Jadi, total Rp 900 ribu untuk periode Oktober-Desember 2025 dengan total anggaran Rp 31,54 triliun dari APBN.
Berdasarkan Kementerian Sosial dan PT Pos Indonesia, progres nasional per 23 November 2025 ialah 27.353.477 KPM atau sekitar 78% dari target.
Khusus melalui PT Pos Indonesia, sudah menyalurkan BLTS Kesra pada 12.285.222 KPM yang merupakan jalur utama untuk KPM tanpa rekening Bank reguler sekitar total 17,2 juta KPM.
Penyaluran bertahap dengan gelombang 2 fokus pada 11,6 hingga 12 juta KPM baru. Dijadwalkan rampung akhir November 2025 atau awal Desember 2025.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga