RADAR BOGOR - Pencairan berbagai bantuan sosial (bansos) kembali memasuki fase yang lebih padat sejak Senin, 24 November 2025. Termasuk BLT Kesra hingga beras.
Pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjalankan skema penyaluran bansos terpadu untuk memastikan seluruh keluarga penerima manfaat mendapatkan haknya, seperti bantuan reguler, pangan beras dan juga BLT Kesra, menjelang akhir tahun anggaran.
Dilansir dari kanal Info Bansos, tiga kelompok bantuan utama mulai berjalan: BLT Kesra Rp900.000 yang diperuntukkan bagi KPM non-reguler, bantuan beras 20 kilogram dan minyak goreng yang dijadwalkan bergilir di sejumlah daerah.
Serta bansos bersumber APBD yang turut dicairkan di berbagai wilayah.
Seluruh informasi ini menjadi penting bagi masyarakat yang perlu memantau undangan dari desa atau kelurahan masing-masing karena alur pencairan berbeda di tiap daerah.
1. BLT Kesra Rp900.000 Mulai Cair Serentak di 516 Kabupaten/Kota
Bantuan tunai tambahan ini bersumber dari APBN dan ditujukan bagi Keluarga Penerima Manfaat non-KKS di Desil 1 hingga Desil 4 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.
Sasaran utamanya adalah keluarga rentan yang belum tercakup dalam bansos reguler seperti PKH atau BPNT. Jumlah penerima mencapai lebih dari 17,3 juta keluarga sehingga penyalurannya dilakukan secara masif melalui PT Pos Indonesia.
Nominal bantuan Rp900.000 ini merupakan rapelan untuk periode Oktober, November, dan Desember 2025, sehingga seluruh penerima hanya perlu datang sekali pada jadwal yang tertera pada undangan.
Dengan penyaluran yang berlangsung di 516 kabupaten/kota, masyarakat diimbau segera memastikan jadwal pencairan melalui RT, RW, desa, kelurahan, atau kantor pos wilayah masing-masing.
2. Bantuan Beras 20 Kg dan Minyak Goreng Dijadwalkan Bergilir 24-30 November 2025
Penyaluran bantuan pangan ini dilakukan bertahap karena setiap daerah memiliki kesiapan logistik yang berbeda. Rentang jadwal penyalurannya berada antara 24 sampai 30 November 2025, termasuk wilayah-wilayah berikut:
• Sumatera Barat - undangan telah disebarkan sejak 20 November.
• Provinsi Bengkulu, termasuk Bengkulu Selatan - estimasi penyaluran 24-30 November.
• Pandeglang, Banten (Desa Teluk, Kecamatan Labuhan - prioritas nelayan terdampak cuaca)- rampung 25-27 November.
• Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Aceh - melalui Bulog Sigli, estimasi 24-30 November.
• Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara - perkiraan 24-28 November.
• Kalimantan Barat (Singkawang, Sambas, Bengkayang) - estimasi 24-29 November.
• Kota Madiun, Jawa Timur - tahap akhir 24-28 November.
• Kota Tangerang, Banten (Kelurahan Neglasari)- 25-27 November.
• Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah- 24-30 November, dimulai dari Kecamatan Pemalang.
• Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat - 24-28 November.
• Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep) - 24-30 November.
• Kota Banda Aceh - 24-28 November.
Karena jadwal distribusi bersifat lokal dan sering berubah mengikuti kondisi gudang serta armada Bulog, penerima disarankan memantau undangan desa atau pengumuman resmi pemerintah setempat.
3. Bantuan Sosial (Bansos) Daerah dari APBD Ikut Mengalir Pekan Ini
Selain bantuan dari pemerintah pusat, sejumlah pemerintah daerah menjalankan program bantuan sosial khusus yang bersumber dari APBD. Penyaluran berlangsung sepanjang pekan ini dan menyasar kelompok rentan sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.
• BLT Disabilitas Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau - Rp900.000 untuk penyandang disabilitas berat, merupakan tahap kedua untuk periode Oktober-Desember.
• Bantuan RTLH di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah- dukungan renovasi rumah tidak layak huni senilai Rp10 juta hingga Rp15 juta per unit.
• BLT Lansia di DKI Jakarta dan Jawa Timur - dukungan tunai Rp300.000-Rp500.000 per bulan bagi lansia miskin berusia 70 tahun ke atas.
• Bantuan Pendidikan/PIP Daerah di Jawa Barat- bantuan pendidikan Rp600.000-Rp1 juta per tahun untuk kebutuhan sekolah, buku, dan seragam.
• Bantuan Modal Usaha di Surabaya, Jawa Timur- dana Rp1 juta sampai Rp2 juta bagi pedagang kecil yang terdampak inflasi.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga