RADAR BOGOR - Menjelang pergantian tahun 2025, keresahan menyeruak di kalangan penerima Bansos kategori Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Banyak KPM mengaku belum melihat saldo Bansos masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), meski periode pencairan seharusnya telah berjalan.
Isu ini bukan sekadar teknis, melainkan mencerminkan kompleksitas tata kelola Bansos di tengah transformasi digital dan reformasi data nasional yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Girl Group No Na Comeback dengan Single Terbaru Berujudul The One, Sajikan Musik Pop Retro Ala 80-an
Penggunaan basis data sosial ekonomi nasional yang lebih komprehensif membuat proses distribusi bansos semakin selektif.
Setiap ketidaksesuaian kecil antara data kependudukan dan data bansos menyebabkan status penerima ditunda atau bahkan diubah menjadi tidak layak.
Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa sejumlah KPM yang selama ini rutin menerima bantuan, kini harus menunggu lebih lama atau mengalami gagal cair untuk tahap 4.
Kartu KKS yang belum sepenuhnya aktif juga menjadi biang keladi utama tertahannya dana bantuan.
Banyak laporan menyebutkan bahwa meski kartu telah diterima, proses aktivasi belum dilakukan secara tuntas, terutama pada penerima baru atau yang mengalami pemutakhiran rekening bank.
Ditambah dengan migrasi penyaluran dari PT Pos ke bank Himbara, proses penyaluran mengalami bottleneck di sejumlah daerah dengan kesiapan infrastruktur terbatas.
Seiring pembaruan data, sebagian penerima mengalami perubahan status menjadi graduasi sejahtera, yaitu kondisi di mana KPM dianggap telah mandiri secara ekonomi dan tidak lagi memerlukan bantuan.
Ketika status ini tercatat, pencairan otomatis dihentikan.
Ini menjadi penegasan bahwa validitas data merupakan fondasi utama kesinambungan program bansos di Indonesia.
Baca Juga: Pertamina SMEXPO 2025 Dorong Pemberdayaan UMKM, 51 Binaan Tampil di Tangerang Selatan
Meski akhir tahun semakin dekat, pemerintah belum menutup peluang pencairan BPNT tahap 4.
Selama syarat administratif terpenuhi dan data tidak bermasalah, saldo bantuan tetap dapat diterima dalam rentang waktu Desember 2025.
Situasi ini mengharuskan KPM untuk lebih responsif terhadap pembaruan informasi dan proaktif dalam memastikan keabsahan data yang tercatat di sistem.
Agar tidak kehilangan hak, berikut langkah yang dapat diambil sebagaimana dilansir dari kanal YouTube INFO BANSOS.
1. Verifikasi data melalui situs resmi cekbansos
2. Konsultasi dengan pendamping sosial lokal
Baca Juga: Kontrak Baru Vinicius Junior di Real Madrid Semakin Dekat, Negosiasi Mulai Berjalan Positif
3. Memastikan rekening dan KKS aktif
4. Segera melaporkan perubahan data pribadi
Baca Juga: Rektor UI Tetapkan 9 Pemimpin Baru, Akselerasi Menuju Kampus Unggul dan Impactful
Penyaluran bantuan sosial sejatinya adalah jaring pengaman negara bagi kelompok rentan.
Namun, tanpa kesiapan sistem dan sinergi antar instansi, keterlambatan Bansos bisa menjadi konsekuensi yang tak terhindarkan.
Oleh karena itu, optimalisasi informasi dan partisipasi masyarakat menjadi penentu utama keberhasilan program Bansos di lapangan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim