RADAR BOGOR - Pemerintah mulai mencairkan lima jenis bantuan sosial (bansos) secara serentak pada akhir November 2025, mulai PKH, BPNT, BLT Kesra dan lainnya.
Dengan sasaran penerima lama yang belum mendapatkan alokasi PKH, BPNT hingga BLT Kesra dan lainnya, yang sebelumnya serta penerima baru yang masuk kategori layak dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN).
Sistem DTSEN kini menjadi basis utama penetapan penerima bansos PKH, BPNT hingga BLT Kesra, di mana masyarakat dipetakan ke dalam kelompok desil sebagai indikator tingkat kesejahteraan.
Desil 1 hingga desil 4 ditetapkan sebagai prioritas utama karena berada pada kategori ekonomi terendah dan berhak mendapat sebagian besar bantuan.
Sementara desil 5 masih dapat memperoleh bantuan kesehatan berupa kepesertaan BPJS PBI, dan desil 6 hingga desil 10 dinilai telah mampu sehingga tidak lagi menjadi target bansos.
Dengan sistem ini, pemerintah memastikan penyaluran bantuan berjalan lebih merata dan tepat sasaran.
Berikut adalah lima jenis bansos yang disalurkan bertahap hingga Desember 2025 melansir kanal Sukron Channel:
1. PKH (Program Keluarga Harapan) Susulan
Pencairan ini ditujukan bagi keluarga yang belum menerima alokasi pada periode sebelumnya, termasuk mereka yang sedang dalam proses perpindahan penyaluran dari PT Pos ke kartu KKS baru.
Mereka yang sebelumnya mengalami keterlambatan verifikasi atau peralihan sistem kini mulai menerima salurannya.
2. BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) Susulan
BPNT susulan diberikan kepada keluarga yang belum menerima tahap sebelumnya. Pemegang KKS lama umumnya menerima BPNT susulan tahap 4, sedangkan pemegang KKS baru hasil peralihan dari PT Pos dapat memperoleh rapelan tahap 2 dan 3 yang sebelumnya tertunda.
3. Penebalan Bansos Rp400.000
Penebalan merupakan tambahan bantuan senilai Rp400.000 yang dialokasikan untuk bulan Juni dan Juli. Banyak keluarga yang belum memperoleh haknya pada periode itu kini mulai menerima pencairannya, terutama yang datanya telah selesai diverifikasi ulang melalui DTSEN.
4. BLT Kesra (Bantuan Langsung Tunai Sejahtera)
BLT Kesra bernilai Rp900.000 dan ditujukan untuk masyarakat dalam desil 1 sampai desil 4. Penyalurannya dilakukan secara bertahap, sebagian langsung masuk ke kartu KKS bagi penerima yang sudah memilikinya.
Untuk kartu baru hasil peralihan dari PT Pos, penyaluran kemungkinan belum merata karena masih menyesuaikan proses aktivasi.
5. Bantuan Barang: Beras 20 Kg serta Minyak Goreng 4 Liter
Bantuan berupa barang ini disalurkan melalui undangan resmi, umumnya dari Bulog. Setiap keluarga penerima memperoleh paket beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter, yang disalurkan melalui mekanisme antrean terjadwal untuk menghindari penumpukan.
Selain itu, pemerintah juga menegaskan bahwa kepesertaan BPJS Kesehatan PBI tetap berjalan sebagai bentuk perlindungan kesehatan bagi warga miskin.
Program ini memungkinkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan gratis kelas 3 karena iurannya ditanggung negara.
Metode penyaluran keseluruhan bansos dilakukan melalui dua jalur, yaitu transfer ke kartu KKS melalui bank-bank Himbara serta undangan pengambilan melalui PT Pos Indonesia untuk jenis bantuan barang maupun sebagian BLT Kesra.
Seluruh pencairan ditargetkan selesai bertahap hingga akhir tahun 2025 agar tidak ada penerima yang tertinggal dalam proses distribusi.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga