RADAR BOGOR – Menjelang tutup tahun 2025, kabar mengejutkan kembali datang dari pemerintah pusat.
Untuk pertama kalinya, masyarakat menerima bonus bantuan sosial (bansos) terbanyak dan paling beragam yang pernah dibagikan dalam satu momentum akhir tahun.
Fenomena ini sontak membuat jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos bertanya-tanya, apakah nama saya termasuk?
Langkah besar ini diumumkan setelah pemerintah menyatakan bahwa sejumlah kuota bansos masih kosong akibat banyak KPM tidak lolos verifikasi.
Sisa kuota besar inilah yang akhirnya membuka peluang bagi masyarakat lain yang sebelumnya tidak masuk kategori prioritas.
3 Bantuan Bonus yang Mengejutkan
Dilansir dari kanal YouTube Pendamping Sosial, terdapat tiga jenis bonus yang dipastikan cair pada akhir tahun 2025:
• BLT Sementara Kesejahteraan Rakyat (Kesra) – Rp900.000
Bantuan tunai dengan nominal besar yang hanya diberikan kepada kategori tertentu dan bukan termasuk program reguler seperti PKH atau BPNT.
• Beras 20 kilogram (2 karung)
Disebut sebagai “penebalan” bantuan pangan yang sebelumnya tidak pernah sebesar ini.
• Minyak goreng 4 liter
Melengkapi paket bantuan pangan, minyak goreng menjadi salah satu bantuan paling ditunggu masyarakat.
Tiga bantuan tambahan ini benar-benar berbeda dari bantuan reguler PKH, BPNT, PIP, maupun PBI JKN.
Bahkan, menurut keterangan, jumlah bantuan tambahan tahun ini jauh lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Kriteria Penerima BLT Kesra: Banyak yang Tidak Menyangka
Kuota BLT Kesra mencapai 35.400-an KPM. Namun, setelah verifikasi, banyak nama dinyatakan tidak layak. Kekosongan inilah yang membuka peluang baru.
Kriteria penerimanya adalah:
• Penerima PKH murni atau BPNT murni aktif
• Masyarakat nonbansos dengan status ekonomi berada di desil 5–10, namun wajib lolos verifikasi petugas SIKS-NG
• KPM lama penerima BLT COVID tahun 2020 yang dulu hanya sekali atau dua kali cair, tetapi namanya masih tercatat di DTSEN
Yang menarik, banyak masyarakat yang sudah empat tahun tidak menerima bansos tiba-tiba masuk daftar lagi berkat status mereka yang masih tercatat di basis data nasional.
Penyalurannya dapat dilakukan melalui Pos Indonesia. Namun, jika masih memiliki kartu KKS, maka bantuan tetap cair melalui kartu tersebut.
Bantuan Beras & Minyak Goreng: Tidak Sama dengan BLT Kesra
Walau sama-sama disebut “bonus”, kedua bantuan pangan ini berasal dari kuota berbeda. Jumlah penerimanya mencapai 18,3 juta KPM, namun hanya diambil dari:
• Penerima BPNT aktif
• Penerima PKH + BPNT
• KPM baru yang sebelumnya PKH murni lalu naik menjadi penerima BPNT komplementer pada tahap 3 atau 4
Artinya, penerima BLT Kesra tidak otomatis mendapat beras dan minyak goreng.
Di sejumlah daerah muncul laporan mengejutkan: beras bantuan 20 kg yang seharusnya diterima KPM malah dibagi menjadi 5 atau 10 kg.
Sisanya diberikan kepada warga lain yang dulunya menerima bansos, tetapi kini terputus akibat masalah data.
Langkah ini dilakukan secara mandiri oleh aparat lokal dengan alasan kemanusiaan karena melihat warga tersebut masih layak menerima bantuan meski data mereka terhapus.
Fenomena ini terus menjadi sorotan, apalagi menjelang akhir tahun ketika intensitas bantuan semakin tinggi.***
Editor : Eli Kustiyawati