Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mulai Dicairkan! Bansos Tambahan Akhir Tahun 2025 Hadir dengan BLT Kesra Rp900 Ribu, Beras 20 Kg serta Minyak Goreng 4 Liter Untuk KPM PKH dan BPNT

Ira Yulia Erfina • Kamis, 27 November 2025 | 09:07 WIB
Ilustrasi Penyaluran Bansos
Ilustrasi Penyaluran Bansos

RADAR BOGOR - Menjelang penutupan tahun 2025, berbagai program bantuan sosial (bansos) memasuki fase tambahan yang dirancang untuk memperkuat daya tahan masyarakat berpenghasilan rendah. 

Program bansos tambahan ini hadir sebagai “bonus akhir tahun”, sebuah inisiatif yang disebut lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya karena mencakup bantuan tunai, bantuan pangan, serta bantuan minyak goreng yang diberikan kepada kelompok tertentu berdasarkan evaluasi data kesejahteraan. 

Alur penyalurannya tidak berdiri sendiri, melainkan terikat pada struktur data kepesertaan yang sudah digunakan pemerintah selama ini, sehingga pemeriksaan ulang kelayakan menjadi langkah penting sebelum bansos disalurkan.

Pemberian bantuan tambahan ini berfokus pada tiga bentuk dukungan yang dianggap paling mendesak di lapangan. 

Dilansir dari kanal Pendamping Sosial, bahwa Bantuan tunai sementara, penebalan beras, dan tambahan minyak goreng menjadi komponen utama yang disiapkan untuk memperingan pengeluaran rumah tangga pada bulan-bulan terakhir tahun anggaran. 

Sebagian masyarakat menerima ketiganya sekaligus, sementara sebagian lain hanya mendapatkan komponen tertentu, tergantung pada kelompok dan kategori bansos yang selama ini mereka terima.

1. Jenis Bantuan Tambahan Akhir Tahun

Tiga jenis bantuan utama yang termasuk dalam bonus akhir tahun 2025 terdiri dari:

• BLT Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLT S Kesra), senilai Rp900.000 yang diberikan satu kali.

• Beras 20 kilogram, merupakan penebalan bantuan pangan yang digulirkan dalam bentuk dua karung beras.

• Minyak goreng 4 liter, yang diberikan sebagai pelengkap bantuan pangan rumah tangga.

Ketiga bentuk bantuan ini tidak menggantikan bantuan reguler seperti PKH atau BPNT, tetapi hadir sebagai tambahan yang sifatnya memperkuat kebutuhan dasar keluarga penerima manfaat.

2. Syarat Penerima BLT Kesra (Rp900.000)

Bantuan tunai sementara ini memiliki kuota sekitar 35.400 KPM. Karena kuota awal dari Desil 1 sampai Desil 4 belum terpenuhi, cakupannya kemudian diperluas. Terdapat beberapa kelompok yang menjadi sasaran:

• Penerima PKH Murni atau BPNT Murni di Desil 5-10, termasuk mereka yang sebelumnya pernah menerima bansos lalu kini non-aktif, tetapi datanya masih berada dalam rentang desil tersebut.

Pemeriksaan ulang menjadi pintu masuk sebelum nama mereka dimasukkan kembali ke daftar penerima.

• Penerima pengganti yang lolos verifikasi, melalui pengecekan yang dilakukan petugas setempat menggunakan sistem SIKS-NG untuk memastikan bahwa penerima tambahan memenuhi unsur kelayakan.

• KPM lama dari program BLT COVID tahun 2020, yang sudah tidak mendapat bantuan bertahun-tahun tetapi datanya masih tersimpan dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.

Kelompok ini dipertimbangkan sebagai calon penerima tambahan bila memenuhi indikator kemiskinan yang relevan.

3. Syarat Penerima Beras 20 kg dan Minyak Goreng 4 Liter

Kuota untuk bantuan pangan tambahan ini jauh lebih besar, mencapai sekitar 18,3 juta KPM. Dasar datanya berasal dari kelompok penerima BPNT dalam berbagai kategori:

• BPNT Murni, yaitu keluarga yang selama ini hanya menerima sembako.

• BPNT + PKH, yaitu kelompok yang menerima kedua bansos secara bersamaan.

• Penerima BPNT Baru, yaitu anggota PKH Murni yang baru saja divalidasi menjadi penerima BPNT (bansos komplementer) pada tahap 3 atau 4 tahun ini.

4. Informasi Teknis Penting bagi KPM

Dalam proses penyaluran, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat agar bantuan tidak terhambat. Salah satu yang paling ditekankan adalah pentingnya menyimpan Kartu KKS. 

Walaupun saldo kartu pernah kosong atau sudah lama tidak terisi, perubahan data sewaktu-waktu dapat menyebabkan nama lama masuk kembali sebagai penerima bantuan. 

Banyak kasus menunjukkan bahwa KPM yang tidak menyangka akan menerima bantuan justru kembali mendapatkan haknya karena data mereka masih valid dalam sistem.

Di beberapa wilayah, terdapat fenomena pembagian beras tambahan secara musyawarah warga.

Dalam kondisi tertentu, KPM yang seharusnya layak mendapat bantuan namun sempat terputus karena catatan ada keterkaitan dengan aktivitas game online terlarang tetap diberikan bagian oleh warga sebagai bentuk solidaritas. 

Pola pembagian ini biasanya membuat penerima resmi membawa pulang sebagian dari total 20 kilogram beras, sedangkan sisanya dibagi kepada warga yang dinilai layak.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bantuan tunai #bansos #bantuan pangan