RADAR BOGOR - Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memilih mengundurkan diri karena menolak rumahnya ditempeli stiker miskin.
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, menyambut baik fenomena ini karena diyakini membuat bantuan sosial (Bansos) lebih tepat sasaran.
Saifullah Yusuf menyampaikan, sudah ada puluhan ribu warga yang menolak menerima bansos dengan alasan stiker tersebut, dan hal ini merupakan gerakan baru yang patut diapresiasi.
Baca Juga: Penggemar Kuliner Korea Wajib Merapat! ESSEL, Restoran Korea yang Viral Kini Hadir di Kota Depok
Menurutnya, Kementerian Sosial tidak terlibat dalam kebijakan stiker miskin karena inisiatif ini berasal dari Pemerintah Daerah untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan benar.
Ia juga menegaskan tidak mengetahui secara pasti daerah mana saja yang menerapkan aturan tersebut.
Selain stiker miskin, beberapa wilayah lain seperti Bengkulu dan Jawa Tengah memiliki mekanisme sendiri untuk memastikan bansos diberikan kepada penerima yang benar-benar berhak.
Kebijakan ini membawa efek sosial yang positif, di mana masyarakat mulai saling menilai dan mengoreksi kelayakan KPM di lingkungan masing-masing.
Hal ini sekaligus menumbuhkan kesadaran baru bahwa Bansos harus tepat sasaran demi keadilan dan efektivitas program. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim