RADAR BOGOR - Pada akhir November menuju awal Desember 2025, proses penyaluran bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT kembali menjadi perhatian utama para KPM yang menunggu pencairan Tahap 4 maupun dana susulan dari tahap sebelumnya.
Dilansir dari kanal Cek Bansos, pembaruan yang muncul di sistem SIKS-NG menunjukkan adanya pergerakan penting yang menandai bahwa penyaluran memasuki fase akhir, sementara laporan dari sejumlah daerah mengonfirmasi bahwa saldo mulai muncul secara bertahap untuk beberapa kategori penerima.
Di sisi lain, pemutakhiran data rutin yang dilakukan pemerintah juga menimbulkan perubahan status bagi sebagian KPM sehingga proses pencairan tidak dapat dilakukan.
Situasi ini membuat pemahaman mengenai kondisi terbaru setiap poin informasi menjadi penting agar KPM dapat mengetahui apakah bantuannya masih aktif, sedang diproses, atau memerlukan langkah tertentu untuk mempercepat pencairan.
Perkembangan Status SIKS-NG dan Posisi Penyaluran PKH serta BPNT Tahap 4
Data SIKS-NG menunjukkan bahwa bank penyalur seperti BRI, BNI, dan Mandiri kini memunculkan status “Belum SI” untuk penyaluran bantuan PKH dan BPNT Tahap 4.
Status ini biasanya mengindikasikan bahwa Surat Perintah Membayar diduga telah terbit sehingga proses penyaluran tengah memasuki tahap akhir sebelum dana benar-benar dipindahbukukan.
Pergeseran status dari “Belum SI” ke “SI” sangat penting karena status “SI” menjadi penanda bahwa dana telah resmi dialokasikan ke bank penyalur dan tinggal menunggu waktu untuk masuk ke rekening KKS para KPM.
Kondisi ini memberikan sinyal positif bahwa pencairan berada pada jalur yang tepat menuju realisasi awal Desember.
Pencairan Susulan dan Pergerakan Saldo bagi KPM Peralihan dari Pos ke KKS
Kelompok KPM peralihan, terutama yang sebelumnya tidak menerima bantuan pada Tahap 2, 3, atau 4, kini menunjukkan perkembangan signifikan melalui Bank BNI.
Status di SIKS-NG untuk kelompok ini telah berubah menjadi “SI”, yang berarti dana sedang dalam proses masuk ke rekening masing-masing.
Laporan dari lapangan memperlihatkan bahwa saldo mulai muncul sejak tanggal 26 hingga 28 November. Kondisi ini mencakup kategori PKH susulan, BPNT susulan, serta KPM yang baru menerima kartu KKS sekitar September sampai Oktober.
Pergerakan ini diprediksi akan semakin meluas ke bank lain seperti BSI, BRI, dan Mandiri ketika memasuki awal Desember sehingga seluruh kelompok penerima dapat menikmati penyaluran lebih merata.
Dampak Pemutakhiran Data dan Kemungkinan KPM Tidak Bisa Mencairkan Tahap 4
Tidak semua KPM mendapat hasil menggembirakan karena sebagian ternyata tidak dapat mencairkan bantuan di Tahap 4 akibat pemutakhiran data berkala yang dilakukan pemerintah.
Sistem SIKS-NG mendeteksi adanya peningkatan taraf hidup atau naiknya desil bagi sejumlah KPM sehingga mereka otomatis dikeluarkan sementara dari daftar penerima.
Kondisi ini membuat sebagian KPM yang sebelumnya rutin menerima bantuan mendapati bahwa status kepesertaannya tidak lagi aktif.
Untuk menghindari kebingungan, KPM disarankan segera memeriksa status melalui operator desa atau pendamping sosial agar mengetahui apakah bantuan mereka tergolong ditangguhkan, berhenti sementara, atau masih berpeluang kembali aktif jika data divalidasi ulang.
Solusi bagi KPM yang Nomor Rekeningnya Sudah Muncul tetapi Kartu KKS Belum Diterima
Bagi KPM peralihan yang nomor rekeningnya sudah muncul di SIKS-NG tetapi belum memegang fisik kartu KKS, tersedia solusi yang dapat mempercepat proses pencairan.
KPM dapat memeriksa langsung ke Dinas Sosial untuk memastikan status bantuannya aktif dan nomor rekening sudah terdaftar.
Setelah itu, KPM dapat meminta surat pengantar resmi dari Dinsos sebagai syarat untuk melakukan pencetakan kartu secara mandiri di bank penyalur yang ditunjuk.
Dengan cara ini, proses tidak perlu menunggu pembagian kolektif dan KPM dapat langsung memiliki kartu KKS sehingga pencairan tidak lagi tertunda akibat persoalan kartu yang belum tersedia.
Editor : Eka Rahmawati