Bansos PKH Tahap 4 hingga BLT Kesra Cair Akhir November 2025, Saldo Rp1,5 Juta Masuk Rekening
Kholikul Ihsan• Jumat, 28 November 2025 | 22:19 WIB
Ilustrasi: KKS penerima bantuan sosial (bansos).
RADAR BOGOR - Pencairan berbagai bantuan sosial (bansos) terus bergulir, termasuk saldo dengan nominal fantastis hingga Rp1,5juta.
Momen ini, menjadi kabar baik bagi KPM yang sudah lama menantikan dana bantuan. Pencairan meliputi dua skema utama, Bantuan Langsung Tunai (BLT) via PT Pos dan Bansos reguler (PKH) via transfer bank (KKS), berikut ulasannya dikutip dari kanal YouTube Diary Bansos.
Bagi KPM yang belum memiliki Kartu KKS Bank Himbara (Himpunan bank milik negara) pencairan bantuan tunai masih dilakukan secara terpusat melalui PT Pos Indonesia.
Menurut laporan yang beredar, bantuan yang dicairkan melalui skema ini yakni BLT Kesra (Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat) dengan nominal Rp900.000.
Pencairan BLT Kesra ini diprioritaskan untuk KPM baru yang tergolong Desil 1 hingga Desil 4 dan belum tercover bantuan reguler Kemensos (PKH/BPNT). Selain uang tunai, KPM di sejumlah daerah juga menerima bantuan pangan berupa beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter.
Sementara itu, proses transfer saldo bantuan secara non-tunai ke Kartu KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) Bank Himbara juga terus berjalan.
Pada tanggal 27 dan 28 November, terpantau banyak KPM yang mengunggah bukti penarikan saldo, terutama dari Bank BNI, dengan berbagai nominal, mengindikasikan bahwa ini adalah bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Nominal yang masuk sangat beragam, termasuk:
Rp1.500.000
Rp1.125.000
Rp975.000
Rp600.000 (diduga komponen lansia atau anak sekolah)
Pencairan ini diyakini merupakan PKH Tahap 4 susulan atau sisa pembayaran tahap-tahap sebelumnya (Tahap 2/Tahap 3) bagi KPM yang baru menerima Kartu KKS atau mengalami keterlambatan.
BLT Kesra ini dilaporkan memberikan dampak positif yang nyata. Hasil monitoring menunjukkan bahwa KPM menggunakan dana Rp900.000 tersebut untuk tujuan produktif dan pemenuhan kebutuhan dasar:
Modal Usaha: Beberapa KPM menggunakan dana tersebut untuk membeli ternak kecil (ayam) sebagai modal usaha yang nantinya akan dibesarkan dan dijual kembali.
Kebutuhan Pangan: KPM lainnya menggunakan dana tersebut untuk membeli beras, memastikan kebutuhan pokok keluarga terpenuhi.
KPM diimbau untuk menggunakan dana bantuan ini dengan bijak. BLT Kesra merupakan bantuan sementara dan hanya dicairkan satu kali di tahun 2025. Dana bantuan dilarang keras disalahgunakan untuk membeli rokok, minuman keras, atau digunakan untuk kegiatan non-produktif seperti game online terlarang.
Bagi KPM yang baru menerima Kartu KKS dan saldonya masih kosong, diimbau untuk bersabar. Saldo akan segera di transfer oleh pemerintah pusat, kemungkinan setelah proses aktivasi kartu oleh pihak bank selesai.***