RADAR BOGOR - Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kembali mulai dicairkan secara susulan bagi sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bansos di wilayah Bogor.
Pencairan Bansos ini menjadi kabar baik khususnya bagi warga yang belum menerima dana pada jadwal sebelumnya.
Dilansir dari YouTube Arfan Saputra Channel, penyaluran susulan ini dilakukan secara bertahap oleh pemerintah melalui bank penyalur, termasuk BNI, Mandiri, dan BRI.
Banyak KPM yang sebelumnya tertunda akhirnya mulai menerima dana yang masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Dinas Sosial menekankan, mekanisme pencairan dilakukan setelah proses sinkronisasi data dituntaskan.
Validasi ulang menjadi syarat wajib agar tidak ada penyaluran ganda atau data bermasalah.
Baca Juga: Deretan Bansos yang akan Cair Mulai 1 Desember 2025: Ada BLT Kesra Gelombang Susulan, Cek Jadwalnya
Masyarakat Bogor diminta untuk rutin mengecek saldo KKS, terutama bagi pemegang KKS lama yang baru mengalami pembaruan sistem.
Beberapa laporan menunjukkan dana masuk tanpa adanya notifikasi resmi.
Selain pemegang KKS lama, warga yang baru menerima KKS baru juga termasuk dalam daftar prioritas susulan.
Hal ini lantaran banyak KPM mengalami peralihan bank penyalur sehingga membutuhkan waktu aktivasi ulang.
Sejumlah warga mengaku sempat kebingungan karena penyaluran susulan tidak diumumkan secara serentak.
Baca Juga: Tiga Kabar Bansos Akhir November 2025: Mulai dari Status SIKS-NG hingga KKS Baru, KPM Simak
Namun, pencairan tetap dipastikan berlangsung hingga akhir November 2025.
Pemerintah menargetkan seluruh penyaluran bansos reguler maupun susulan dapat rampung dalam waktu dekat.
Termasuk di dalamnya pencairan bantuan PKH, BPNT, dan sejumlah bantuan sosial lainnya.
Baca Juga: 6 Bansos Cair November 2025: Daftar Penerima dan Cara Cek Nama di Situs Kemensos
Beberapa lokasi di Bogor dilaporkan sudah menerima pencairan dengan jumlah yang bervariasi. Besaran bantuan menyesuaikan kategori anggota keluarga seperti balita, ibu hamil, lansia, maupun penyandang disabilitas.
Warga yang merasa belum menerima dana diminta untuk tidak panik dan segera melakukan pengecekan mandiri.
Langkah ini dinilai efektif menghindari kesalahpahaman terkait jadwal penyaluran.
Petugas di tingkat desa dan kelurahan juga diminta proaktif memberikan informasi terkait status pencairan.
Koordinasi antarwilayah menjadi kunci untuk memastikan pemerataan bansos berlangsung sesuai prosedur.
Di beberapa titik, antrean di agen bank dan e-warong meningkat sejak kabar pencairan susulan merebak.
Meski demikian, proses penyaluran tetap berjalan tertib.
Pemerintah pusat menegaskan bahwa bansos susulan ini bertujuan untuk menutup kekurangan penyaluran yang terjadi pada tahap sebelumnya.
Setiap KPM yang memenuhi syarat dipastikan akan menerima haknya.
Baca Juga: Update Bansos 29 November 2025: Sejumlah Daerah Termasuk Bogor Mulai Cair, KKS Ini Salurkan Bantuan
Pada saat bersamaan, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap penipuan mengatasnamakan bansos.
Pemerintah menegaskan bahwa proses pencairan tidak dipungut biaya.
Dengan adanya pencairan susulan ini, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat jelang akhir tahun dapat terbantu.
Baca Juga: Kabar Buruk bagi Sebagian KPM BPNT, Ini Alasan Bansos Ditangguhkan dan Cara Verifikasinya
Pemerintah menegaskan, program bansos akan terus diawasi agar tepat sasaran.
Hingga kini, proses pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada KPM Bansos yang terlewat.
Masyarakat diminta aktif mengecek KKS masing-masing agar tidak ketinggalan informasi terkait pencairan Bansos terbaru. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim