RADAR BOGOR - Pemerintah akan mencairkan 7 bantuan sosial (bansos) cair sekaligus pada awal Desember 2025. Total anggaran bansos tahun 2025 mencapai Rp 504,7 triliun.
Bulan Desember 2025 menjadi puncak pencairan berbagai jenis bansos tersebut.
Syarat utama penerima bansos ialah terdata dalam Data Tunggal Sistem Ekonomi Nasional (DTSEN). Kalau belum terdaftar, silakan
Beberapa jenis bansos yang akan cair mulai 1 Desember 2025 dan diselenggarakan dalam beberapa tahap ialah sebagai berikut.
· Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra)
Pemerintah memperluas cakupan penerima BLTS Kesra.
Gelombang kedua pencairan pada awal Desember.
Estimasi terakhir pencairan pada 20 Desember 2025.
Nominal BLTS Kesra ialah Rp 300 ribu per bulan.
Baca Juga: Deretan Bansos yang akan Cair Mulai 1 Desember 2025: Ada BLT Kesra Gelombang Susulan, Cek Jadwalnya
Total pencairan bansos ialah sekaligus Rp 900 ribu untuk periode Oktober-Desember 2025.
Syarat penerima ialah terdaftar di DTSEN dengan status Desil 1-4 dan penghasilan di bawah garis kemiskinan.
Target penerima ialah 35 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Pencairan bansos tersebut via Bank Himbara (Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BSI) atau PT Pos Indonesia.
· Bantuan Tunai Langsung (BLT) Dana Desa.
Pencairan BLT Dana Desa mencapai total Rp 900 ribu per KPM untuk periode Oktober-Desember 2025.
Baca Juga: Tiga Kabar Bansos Akhir November 2025: Mulai dari Status SIKS-NG hingga KKS Baru, KPM Simak
Pencairan bansos tersebut pada awal Desember 2025.
BLT Dana Desa merupakan program bansos Pemerintah untuk menangani kemiskinan ekstrim di tingkat Desa.
Program tersebut merupakan bagian dari program prioritas penggunaan Dana Desa tahunan.
Baca Juga: 6 Bansos Cair November 2025: Daftar Penerima dan Cara Cek Nama di Situs Kemensos
Alokasi dana berasal dari Pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PPDT).
Dana bansos tersebut berasal dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (APBN).
Nilai BLT Dana Desa sebesar Rp 300 ribu per bulan per KPM.
Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 108 Tahun 2024.
Besaran bansos tersebut tidak berubah dari tahun sebelumnya. Dana tersebut boleh bebas digunakan, terutama kebutuhan pokok.
· Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 4 termin susulan.
Program bansos ini berkarakteristik conditional yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, dan gizi keluarga miskin.
Bansos tersebut mulai cair 1 Desember 2025.
Bagi KPM Peralihan dari PT Pos Indonesia ke KKS dan juga KPM hasil validasi baru.
Nominalnya variatif, tergantung dari komponen keluarga, misalnya PKH untuk ibu hamil dan balita senilai Rp 600 ribu untuk triwulan, anak usia dini Rp 450 ribu, siswa SD Rp 300 ribu, siswa SLTP Rp 600 ribu, dan siswa SMU Rp 1 juta.
PKH cair melalui KKS Bank Himbara dan PT Pos Indonesia bagi yang areanya 3 T atau sulit jangkauan internet.
Total penerima manfaat ialah 10 juta.
Pastikan update data KTP agar tidak gagal pencairan.
Baca Juga: Update Bansos 29 November 2025: Sejumlah Daerah Termasuk Bogor Mulai Cair, KKS Ini Salurkan Bantuan
· Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap 4 Termin Susulan.
BPNT untuk membeli kebutuhan sembako seperti beras, minyak goreng, telur, dan lain-lain.
Bansos BPNT tahap 4 termin susulan tersebut mulai cair pada 1 Desember 2025.
Nilai BPNT sebesar Rp 200 ribu per bulan per KPM. Total pencairan Rp 600 ribu untuk periode Oktober-Desember 2025.
· Kartu Lansia Jakarta (KLJ).
KLJ khusus untuk lansia warga Jakarta usia minimal 60 tahun yang terdaftar di Dinas Sosial DKI Jakarta. Bansos tersebut cair pada 21-25 Desember 2025.
Nominal bansos sebesar Rp 300 ribu per bulan. Pencairan melalui transfer langsung ke rekening Bank.
Pencairan secara bulanan. Disarankan untuk obat dan kebutuhan hidup sehari-hari.
· Kartu Anak Jakarta (KAJ).
KAJ untuk anak-anak usia 0-6 tahun dan terdaftar di Dinas Sosial DKI Jakarta.
Nominal bansos Rp 300 ribu per bulan.
Baca Juga: Kabar Buruk bagi Sebagian KPM BPNT, Ini Alasan Bansos Ditangguhkan dan Cara Verifikasinya
Penggunaan bansos berfokus pada gizi dan kesehatan anak.
Bansos tersebut membantu orangtua untuk membeli susu formula dan popok.
· Kartu Perlindungan Disabilitas Jakarta (KPDJ).
KPDJ untuk penyandang disabilitas yang tinggal di Jakarta.
Persyaratan bansos tersebut ialah harus memiliki Kartu Penyandang Disabilitas terverifikasi.
Pencairan bersamaan dengan KLJ dan KAJ pada akhir bulan Desember 2025.
Target penyaluran tahun 2025 sebesar 100 persen.
· Bantuan Pangan.
Bantuan pangan berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng cair sepanjang Desember via Badan Urusan Logistik (Bulog) atau Balai Desa.
Penyaluran bansos tersebut dilakukan sejak akhir Oktober 2025 dan mayoritas berlangsung pada November 2025.
Untuk daerah yang mengalami kendala logistik, verifikasi data di DTSEN, atau kendala distribusi di wilayah terpencil seperti 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Oleh karena itu, Pemerintah telah mengkonfirmasi pencairan bansos lanjutan pada awal Desember 2025.
Ini termasuk kick-off simbolis untuk beberapa area seperti Papua Barat dan Jawa Tengah yang baru selesai mendistribusikan bansos.
Desember 2025 menjadi penutup untuk mencapai target 100 persen.
Total anggaran untuk program tersebut ialah Rp 6,4 triliun.
Sementara targetnya ialah 18,2 juta KPM.
Bansos tersebut berupa barang fisik, bukan tunai.
Bansos tersebut untuk memenuhi kebutuhan pokok selama periode Oktober-November 2025.
Bansos berupa 20 kilogram beras premium medium yang setara dengan Rp 300-350 ribu nilai pasar.
Bansos minyak goreng berupa 4 liter minyak goreng merek Minyak Kita, minyak goreng curah bersubsidi yang setara dengan Rp 50-60 ribu nilai pasar. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim