Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kuotanya Terbatas, Begini Peluang Sebagian Penerima BLT Kesra untuk Lolos Menjadi Peserta Bansos Reguler Tahun Depan

Robecca Sesaria • Minggu, 30 November 2025 | 12:30 WIB
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau proses penyaluran BLT di Kantor PT Pos Indonesia Bandung, Jalan Asia-Afrika, Jumat (28/11).
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau proses penyaluran BLT di Kantor PT Pos Indonesia Bandung, Jalan Asia-Afrika, Jumat (28/11).

RADAR BOGOR - Belakangan ini, beredar kabar di media sosial yang mengklaim bahwa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru dari program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) senilai Rp900.000 yang disalurkan via PT Pos akan secara otomatis menggantikan KPM lama yang dikeluarkan (digraduasi) dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun 2026.

Benarkah Penerima BLT Kesra Otomatis Lolos Jadi Peserta Bansos Reguler?

Dilansir dari Youtube Pendamping Sosial, hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi tertulis dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang mengonfirmasi bahwa penerima baru BLT Kesra akan otomatis beralih menjadi peserta reguler PKH atau BPNT.

Jawabannya berada di antara dua kemungkinan, "Bisa jadi iya, bisa jadi tidak," dan ini sangat bergantung pada kuota yang tersedia dan kelayakan individu KPM tersebut.

Mengapa Ada Peluang Lolos?

Program PKH (kuota 10 juta KPM) dan BPNT (kuota 18,3 juta KPM) selama ini selalu beroperasi dengan kuota yang penuh.

Banyak keluarga miskin atau rentan (desil rendah) yang layak menerima bantuan, namun harus masuk dalam daftar tunggu di Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Ketika KPM lama digraduasi karena dinilai sudah mandiri atau tidak memenuhi syarat, kuota yang kosong inilah yang akan diisi oleh KPM dari daftar tunggu DTSEN yang dianggap layak.

Ada kemungkinan besar, sebagian kecil dari 35,4 juta penerima BLT Kesra yang baru akan ditarik untuk mengisi kekosongan kuota PKH atau BPNT di tahun 2026.

Namun, kuota yang kosong hanya sekitar 10 persen dari total penerima, sementara jumlah penerima BLT Kesra jauh lebih besar, sehingga peluangnya sangat terbatas.

Mengapa Tidak Otomatis Lolos?

Penerima BLT Kesra tidak akan otomatis menjadi penerima PKH/BPNT karena beberapa faktor utama:

1. Kriteria Program yang Berbeda

Syarat untuk menjadi penerima PKH/BPNT lebih ketat. Khusus untuk PKH, KPM wajib memiliki komponen tertentu (anak usia sekolah, balita, atau lansia) dan harus berada di desil 1-4 kemiskinan.

2. Keraguan Terhadap Kelayakan Awal

Meskipun penerima BLT Kesra telah diverifikasi, masih ada laporan di masyarakat yang meragukan kelayakan sebagian penerima baru tersebut.

3. Wajib Survei Ulang

Tidak ada jaminan 100 persen. KPM yang berpotensi ditarik ke dalam PKH/BPNT akan disurvei ulang dan datanya akan disinkronkan.

Jika data Nomor Induk Kependudukan (NIK) menunjukkan bahwa KPM tersebut memiliki aset atau penghasilan yang dianggap tidak layak dibantu, maka mereka otomatis tidak akan lolos.

Intinya, penerimaan BLT Kesra bukanlah jaminan untuk mendapatkan PKH atau BPNT. Faktor kelayakan KPM dalam DTSEN yang akan menjadi penentu utama.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bpnt #BLT Kesra #kpm #pkh