RADAR BOGOR - Hari terakhir di bulan November 2025 berubah menjadi malam penuh kejutan bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos.
Pada Minggu, 30 November 2025, ratusan laporan bansos bermunculan di berbagai grup media sosial.
Saldo KKS tiba-tiba terisi ganda hingga lebih dari Rp1,6 juta.
Dilansir dari kanal YouTube Diary Bansos, dijelaskan bahwa banyak KKS yang diterbitkan Bank Mandiri mengalami pencairan dobel, mulai dari BPNT, penebalan, hingga BLT Kesra yang sempat tertunda.
Dalam laporan tersebut, sejumlah KPM memperlihatkan bukti tangkapan layar dari aplikasi Livin’ by Mandiri.
Beberapa nominal yang masuk di tanggal 30 November antara lain:
• BPNT + Penebalan: Rp400.000 – Rp600.000
• BLT Kesra yang tertunda: Rp900.000
• Gabungan 3 bantuan sekaligus: hingga Rp1.600.000
Sementara itu, penerima lain yang memegang KKS lama juga melaporkan BLT Kesra susulan sebesar Rp900.000 yang sebelumnya belum masuk.
Mandiri Mendominasi Pencairan
Fenomena saldo ganda ini mayoritas dialami pemilik KKS Bank Mandiri.
Banyak yang menyebut hari tersebut sebagai “banjir rezeki akhir November”.
Seorang penerima bahkan mengunggah saldo masuk empat bantuan sekaligus, mulai dari BPNT tahap 2 dan 3, penebalan Rp400 ribu, hingga BLT Kesra Rp900 ribu.
Kenapa Ada yang Dapat Banyak, Ada yang Sedikit? Ini Penjelasannya
Menurut keterangan, perbedaan nominal pencairan disebabkan oleh SK penetapan dari Kemensos, yang dapat berubah sesuai hasil:
• verifikasi kelayakan,
• komponen PKH,
• tatus ekonomi,
• dan perubahan desil yang divalidasi oleh BPS.
Ada KPM yang hanya dapat tahap 2, ada yang hanya dapat tahap 3, dan ada pula yang dapat keduanya ditambah penebalan.
Peringatan Keras: Bansos Tidak Selamanya
Meski pencairan kali ini melimpah, Kemensos mengingatkan bahwa bansos memiliki batas kepesertaan, terutama PKH yang dibatasi 5 tahun.
KPM yang sudah melewati batas kepesertaan disebutkan harus siap graduasi.***
Editor : Eli Kustiyawati