RADAR BOGOR - Memasuki Desember 2025, pemerintah bersiap menuntaskan penyaluran berbagai program bantuan sosial (bansos) untuk KPM melalui KKS, di tahun anggaran berjalan.
Setidaknya, ada sembilan jenis bansos untuk KPM melalui KKS, yang diprediksi akan cair mulai tanggal 1 Desember hingga akhir bulan.
Dikutip dari YouTube Sukron Channel, pencairan bansos di akhir tahun ini menjadi kesempatan besar bagi KPM, yang bantuannya masih tertunda atau yang baru menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Laporan pada 30 November menunjukkan adanya KKS, khususnya Bank Mandiri, yang menerima double hingga quadruple bansos sekaligus dalam satu kartu.
1. Sembilan Bantuan yang Cair di Bulan Desember 2025
Sembilan program yang diprediksi akan cair serentak di sepanjang Desember di antaranya:
• PKH (Program Keluarga Harapan)
Penuntasan alokasi Tahap 2, 3, dan 4. KKS baru berpotensi menerima rapelan Tahap 2-4 sekaligus.
• BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai)
Penuntasan alokasi susulan Tahap 2, 3, dan 4. KKS baru juga berpotensi menerima rapelan penuh.
• Penebalan Bansos Rp400.000
Khusus bagi KPM KKS baru (peralihan dari Pos) yang belum menerima dana penebalan alokasi Juni–Juli.
• BLT Kesra Rp900.000
Penyaluran lanjutan tahap susulan, baik melalui KKS (bagi KPM PKH/BPNT Desil 1-4) maupun tunai via PT Pos Indonesia.
• Bantuan Beras dan Minyak Goreng
Penyaluran susulan beras (20 kg) dan minyak goreng (4 L) bagi KPM BPNT aktif yang belum mendapatkan alokasi di bulan sebelumnya.
• PIP (Program Indonesia Pintar)
Pencairan dana bagi siswa SD hingga SMA yang belum menerima alokasi tahun 2025 (hanya satu kali dalam setahun).
• BLT Dana Desa
Penyaluran terakhir di tahun 2025 (Rp300.000 per bulan) bagi warga desa miskin yang belum terdaftar sebagai penerima PKH/BPNT.
• Bantuan Permakanan
Berlanjutnya penyaluran makanan siap saji harian bagi lansia tunggal dan penyandang disabilitas berat yang telah ditetapkan sebagai penerima.
• Makan Bergizi Gratis (MBG)
Pelaksanaan program MBG di sekolah-sekolah yang telah memiliki Dapur MBG sebagai bagian dari program percontohan.
2. Desil DTKS: Kunci Penentuan Kelayakan Bansos
Penerima bansos, terutama BLT Kesra, sangat ditentukan oleh posisi ekonomi mereka di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang diukur dengan sistem Desil.
• Desil 1-4: Kelompok masyarakat dengan tingkat kemiskinan tertinggi dan paling diprioritaskan menerima bantuan, termasuk BLT Kesra.
• Desil 5-10: Masyarakat dengan tingkat ekonomi yang lebih tinggi dan tidak termasuk sasaran utama program bantuan tambahan seperti BLT Kesra.
Cara Mengecek Desil dan Status Bansos:
• Aplikasi Cek Bansos: Cek status penerima PKH/BPNT dan Desil Anda melalui cekbansos.go.id atau aplikasi resminya.
• Operator SIKS-NG: KPM dapat meminta bantuan ke operator SIKS-NG di desa/kelurahan, pendamping PKH, atau TKSK untuk mengecek desil melalui NIK KTP.
KPM yang berada di Desil 5 ke atas tidak memiliki peluang untuk mendapatkan BLT Kesra di akhir tahun ini, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
3. Prosedur Perbaikan Data dan Peringatan
Masyarakat yang merasa data Desil-nya tidak sesuai dengan kondisi riil dapat mengajukan pembaruan melalui operator SIKS-NG.
Namun, proses pembaruan data Desil oleh BPS memerlukan waktu 3 bulan atau lebih.
Oleh karena itu, usulan perbaikan yang diajukan di bulan ini tidak akan memengaruhi pencairan BLT Kesra di akhir 2025.
Pemerintah menegaskan, prosedur penetapan penerima bansos bersifat objektif dan tidak dapat diubah berdasarkan keinginan individu atau pihak tertentu, karena hal itu dapat merusak akurasi data kemiskinan secara keseluruhan.***
Editor : Rani Puspitasari Sinaga