RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial (bansos) pada 2 Desember 2025 kembali berlangsung melalui berbagai mekanisme, baik lewat perbankan, PT Pos Indonesia, maupun penyaluran barang dari Bulog.
Proses distribusi ini difokuskan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang namanya telah tercantum dalam SK penetapan penerima bansos periode tahap keempat akhir tahun 2025.
Simak beberapa informasi berikut ini mengenai bansos, dilansir dari kanal Diary Bansos.
Penyaluran Bantuan Bagi KPM yang Belum Menerima
Masih terdapat sejumlah KPM yang belum menerima pencairan bantuan hingga awal Desember 2025. Penundaan ini terjadi karena penyesuaian data oleh pemerintah pusat, baik dari sisi administrasi kependudukan maupun pemenuhan persyaratan penerima.
KPM yang telah menerima bantuannya diimbau untuk memanfaatkan dana tersebut secara bijak dan sesuai kebutuhan.
Saldo Masuk ke Rekening KKS Baru Mandiri
Pada 1–2 Desember 2025, sejumlah KPM yang baru mendapatkan kartu KKS mendapati saldo bantuan masuk ke rekening bansos mereka. Pada KKS Bank Mandiri, terpantau ada empat jenis bantuan yang masuk, yaitu:
- PKH
- BPNT Tahap 2 dan Tahap 3
- Penebalan BPNT Rp400.000
- BLT Kesra Rp900.000
Penyaluran ini menyasar KPM yang sebelumnya menerima bantuan melalui PT Pos Indonesia dan kini dialihkan ke bank penyalur menggunakan kartu KKS.
Penyaluran di Bank Lain: BRI dan BNI
Selain Mandiri, penyaluran juga terjadi di bank penyalur lainnya:
1. KKS Bank BRI
BLT Kesra terpantau mulai masuk, baik pada kartu KKS baru maupun lama.
2. KKS Bank BNI
KPM peralihan tercatat mulai mendapatkan bantuan PKH tahap kedua dan ketiga.
Distribusi masih berlangsung bertahap di berbagai wilayah, termasuk beberapa desa yang masih menunggu saldo masuk.
KPM yang baru mendapatkan KKS pada September–Oktober 2025 diperkirakan akan menerima pencairan secara merata dalam waktu dekat.
Pemanfaatan Layanan Mobile Banking
Untuk memudahkan pengecekan saldo, KPM disarankan menggunakan layanan mobile banking seperti:
- BRImo
- Livin’ by Mandiri
- BNI Mobile Banking
- BSI Mobile
Penggunaan mobile banking membantu KPM memantau saldo bansos tanpa harus datang ke ATM atau agen bank.
Apakah BLT Kesra Dicairkan Satu Kali?
BLT Kesra merupakan Bantuan Langsung Tunai Sementara. Sesuai namanya, bantuan ini bersifat sementara dan pada tahun 2025 dicairkan hanya satu kali untuk alokasi 3 bulan: Oktober, November, dan Desember. Belum ada rencana penyaluran lanjutan untuk tahun berikutnya.
Sumber Data Penerima Bansos: Bukan dari RT/RW
Banyak masyarakat yang salah paham terkait sumber data penerima bansos. Penting untuk dipahami bahwa:
- RT/RW tidak memiliki kewenangan menentukan penerima bantuan.
- RT/RW hanya dapat memberikan rekomendasi atau melaporkan kondisi sosial warga.
- Penetapan penerima mengacu pada data resmi pemerintah.
Data Utama Penetapan Penerima Bansos Berasal dari:
• Badan Pusat Statistik (BPS) melalui:
- Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek)
- Sensus Penduduk
- Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas)
- Data kemiskinan daerah
- Indikator kesejahteraan rumah tangga
• Kombinasi Data Lain, seperti:
- Data Dukcapil (NIK, KK, alamat)
- Data Kemensos (DTKS terdahulu)
- Riwayat bantuan sebelumnya
- Validasi Dinas Sosial
- Verifikasi lapangan oleh petugas
Semua data tersebut digabungkan menjadi DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional), yang menjadi dasar utama penetapan penerima seluruh jenis bantuan sosial.
Kesimpulan
Penyaluran bantuan sosial pada 2 Desember 2025 mencakup berbagai bantuan seperti PKH, BPNT tahap 2–3, penebalan BPNT, dan BLT Kesra.
Banyak KPM dengan KKS baru yang mulai menerima saldo bantuan secara bertahap melalui bank penyalur.
Penerima yang belum mendapatkan pencairan diharapkan tetap memantau saldo melalui mobile banking dan menunggu proses distribusi selanjutnya.
Pemahaman terkait sumber data penerima bansos juga perlu diluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Penetapan penerima bantuan sepenuhnya berdasarkan data resmi pemerintah melalui mekanisme DTSEN, bukan keputusan RT atau RW.***
Editor : Eli Kustiyawati