RADAR BOGOR - Tanggal 2 Desember 2025 menjadi hari yang penuh kejutan bagi ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) bansos PKH, BPNT dan juga program lainnya di berbagai daerah.
Setelah pekan sebelumnya minim pergerakan, kini banyak warga dibuat terkejut karena saldo bansos PKH BPNT dan lainnya datang bertubi-tubi ke kartu KKS mereka.
Dilansir dari kanal YouTube Diary Bansos, mayoritas penerima bansos PKH BPNT yang melaporkan saldo masuk adalah KPM pemegang KKS baru, hasil peralihan dari PT Pos ke perbankan.
Mereka mengaku kaget karena saldo yang masuk bukan hanya satu, melainkan beberapa sekaligus, yaitu:
• PKH Tahap 2 dan 3
• BPNT Tahap 2 dan 3
• Penebalan BPNT Rp400.000
• BLT Kesra Rp900.000
Beberapa KPM menyebut saldo yang masuk mencapai jumlah besar yang jarang terjadi dalam satu waktu.
Distribusi Merata, Tapi Masih Ada Wilayah Kosong Informasi
Di Kecamatan Muncar misalnya, sebagian besar desa telah menerima BPNT dan PKH.
Namun beberapa wilayah seperti Kedungrejo dan Tembokrejo disebut masih sepi informasi.
Pendamping Sosial memastikan bahwa KKS yang diterbitkan pada September–Oktober baru akan merata pencairannya dalam waktu dekat.
KPM yang Tidak Cair: Siapa yang Masuk dan Siapa yang Tereliminasi?
Pendamping sosial menegaskan bahwa pencairan akhir tahun ini hanya diberikan kepada KPM yang masuk dalam SK penetapan tahap keempat.
Banyak warga tidak mendapatkan bantuan karena:
• Data kependudukan tidak valid
• Kondisi ekonomi membaik
• Persyaratan tidak sesuai standar pemerintah
Pemerintah pusat menegaskan bahwa bansos diberikan secara tepat sasaran, sesuai hasil penilaian berbasis data nasional.
BLT Kesra: Hanya Sekali, Bukan Rutin
Salah satu pertanyaan yang ramai muncul adalah apakah BLT Kesra akan diberikan setiap bulan.
Jawabannya tidak. Bantuan ini bersifat sementara dan hanya dicairkan sekali untuk tiga bulan sekaligus yakni Oktober, November, dan Desember 2025.
Belum ada wacana melanjutkan program ini pada tahun 2026.
Di tengah gejolak pencairan, banyak warga mengira RT/RW-lah yang menentukan penerima bansos.
Namun menurut penjelasan pendamping, hal itu tidak benar. RT/RW hanya dapat:
• Memberikan rekomendasi
• Melaporkan kondisi sosial warga
• Memperbaiki data kependudukan
Penetapan penerima dibuat berdasarkan DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional), yaitu gabungan dari:
• Sensus dan survei BPS
• Data Dukcapil
• Data Kemensos (DTKS)
• Data bansos sebelumnya
• Validasi daerah dan pendamping
Dari data tersebut rumah tangga dikelompokkan berdasarkan tingkat kesejahteraan, mulai dari 10% termiskin hingga kelas menengah bawah.
Penerima BLT Kesra mayoritas berasal dari Desil 1–4.
KPM yang masih menunggu pencairan disarankan menggunakan layanan mobile banking milik bank masing-masing agar tidak perlu antre di agen bank atau ATM.
Cukup berbekal kuota internet, KPM dapat memantau apakah saldo bantuan sudah masuk atau belum.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga