RADAR BOGOR - Berbagai laporan dari lapangan memperlihatkan adanya gerakan pencairan serentak bansos di banyak wilayah Indonesia.
Penyaluran yang berlangsung secara berskala besar ini mencakup lebih dari 70 daerah, disertai percepatan tujuh jenis program bantuan yang harus tuntas sebelum tahun anggaran 2025 berakhir.
Aktivitas di kelurahan dan desa pun tampak semakin intens, terutama karena undangan pengambilan bantuan mulai dikirimkan kepada KPM yang masuk dalam daftar penerima.
Dilansir dari kanal Info Bansos, komponen bansos yang disalurkan terdiri dari beras 20 kilogram, 4 liter minyak goreng, serta pencairan Bantuan Pangan Non-Tunai Tahap 4 senilai Rp.600.000.
Ketiganya diberikan secara bertahap dan tidak selalu masuk bersamaan. Pada banyak kasus, bantuan barang seperti beras dan minyak justru didistribusikan lebih dulu, sementara saldo KKS menyusul setelah progres administrasi bank dan data rampung diproses.
Penyaluran terbesar diperkirakan terjadi dalam rentang minggu pertama hingga akhir Desember karena instruksi percepatan sudah diperkuat sejak awal bulan.
Informasi selanjutnya menggambarkan daftar panjang daerah yang sudah memasuki jadwal pencairan.
Alurnya terlihat terkelompok berdasarkan provinsi, mencerminkan bahwa progres tidak terjadi secara acak, melainkan melalui sistem zonasi.
Daerah yang telah memulai pencairan per 3-4 Desember 2025:
1. Sumatera Utara
Kota Medan, Kab. Deli Serdang, Kab. Serdang Bedagai, Kab. Langkat, Kab. Karo, Kota Binjai, Kab. Simalungun, Kab. Tapanuli Selatan, Kota Pematang Siantar.
2. Sumatera Barat
Kota Padang, Kab. Padang Pariaman, Kab. Tanah Datar, Kab. Agam, Kota Bukittinggi, Kab. Lima Puluh Kota, Kota Payakumbuh.
3. Riau
Kota Pekanbaru, Kab. Kampar, Kab. Siak, Kab. Rokan Hulu, Kab. Indragiri, Kota Dumai, Kab. Pelalawan.
4. Jambi
Kota Jambi, Kab. Batanghari, Kab. Merangin, Kab. Kerinci, Kab. Bungo, Kota Sungai Penuh.
5. Sumatera Selatan
Kota Palembang, Kab. Ogan Ilir, Kab. OKU, Kab. Muara Enim, Kab. Banyuasin, Kab. Musi, Kota Lubuklinggau.
6. Lampung
Kota Bandar Lampung, Kab. Lampung Selatan, Kab. Pesawaran, Kab. Lampung Tengah, Kab. Pringsewu, Kota Metro.
7. Banten
Kota Tangerang, Kab. Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kab. Serang, Kota Cilegon.
8. Jawa Barat
Kota Bekasi, Kab. Bekasi, Kota Depok, Kab. Bogor, Kota Bogor, Kab. Karawang, Kab. Subang, Kab. Purwakarta.
9. Jawa Tengah
Kota Semarang, Kab. Semarang, Kab. Kendal, Kab. Demak, Kota Surakarta, Kab. Boyolali, Kab. Sukoharjo.
10. DI Yogyakarta
Kota Yogyakarta, Kab. Bantul, Kab. Sleman.
11. Jawa Timur
Kota Surabaya, Kab. Sidoarjo, Kab. Gresik, Kab. Mojokerto, Kota Malang, Kab. Malang, Kota Probolinggo, Kab. Pasuruan.
12. Wilayah Indonesia Timur
Sejumlah daerah juga diketahui mulai menyalurkan bantuan meskipun tidak disebutkan secara rinci satu per satu.
Setelah daftar wilayah tersebut, rangkaian informasi lain menegaskan bahwa pemerintah menargetkan tujuh jenis bantuan sosial harus tuntas sebelum 31 Desember 2025.
Tujuannya adalah menghindari terjadinya sisa anggaran yang tidak terserap sekaligus memastikan seluruh penerima mendapatkan haknya sebelum tutup tahun.
Tujuh Jenis Bansos yang Dikebut Penyalurannya Hingga Akhir Desember 2025:
1. BLT Kesra Susulan
Bantuan ini menyasar keluarga miskin rentan dalam desil 1–4 DTKS. Total nominalnya Rp900.000 sebagai akumulasi tiga bulan, dengan jadwal penyaluran antara tanggal sebelas sampai dua puluh Desember melalui bank Himbara dan Pos Indonesia.
2. PKH Tahap 4
Bantuan berskema komponen ini mencakup ibu hamil dan balita tujuh Rp750.000, SD Rp225.000, SMP Rp375.000, SMA Rp500.000, serta lansia dan disabilitas Rp600.000.
Target waktunya berada pada awal hingga pertengahan Desember, baik melalui KKS maupun melalui penyaluran langsung.
3. BPNT Tahap 4 Susulan
Dana sembako senilai Rp600.000 yang disalurkan langsung ke KKS, dengan jadwal masuk saldo antara tanggal satu sampai sepuluh Desember.
4. Beras dan Minyak Goreng Tambahan
Dua puluh kilogram beras premium berikut empat liter minyak goreng diberikan kepada lebih dari delapan belas juta KPM. Distribusinya bertahap hingga tanggal 25 Desember dengan pelaksana Bulog serta perangkat desa.
5. PIP Termin 3
Bantuan pendidikan bagi siswa DTKS dengan nominal Rp450.000 atau Rp225.000 untuk tingkat SD, tujuh ratus lima puluh ribu untuk SMP, dan satu juta rupiah untuk SMA. Pencairan dilakukan pada awal hingga pertengahan Desember melalui bank-bank penyalur.
6. BLT Dana Desa
Bantuan tunai untuk warga miskin ekstrem pedesaan dengan kisaran Rp300.000 hingga Rp500.000, yang mulai diberikan antara tanggal sebelas sampai dua puluh Desember melalui balai desa atau transfer rekening.
7. Bansos Khusus DKI Jakarta (KLJ, KAJ, KPDJ)
Program khas Pemprov DKI bagi lansia, anak, dan penyandang disabilitas dengan nominal Rp200.000 hinggan Rp500.000. Penyaluran dijadwalkan pada tanggal 21 sampai 25 Desember.***
Editor : Eli Kustiyawati