RADAR BOGOR — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau dapur umum Kemensos di Prabu Rifa Residence, Kuala Simpang, Aceh Tamiang, menyusul banjir besar yang merendam sejumlah wilayah dan sempat mengisolasi akses darat.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul memastikan proses produksi makanan berjalan stabil. Dapur umum mampu menyediakan hingga 6.000 porsi makanan per hari yang dibagikan kepada warga terdampak tiga kali sehari: pagi, siang, dan malam.
Ia menyapa para relawan, terutama para ibu yang memasak sejak pagi, sekaligus mencicipi hidangan yang tengah disiapkan.
Menteri Sosial itu menyampaikan apresiasi atas kerja keras mereka yang dinilai menjadi kekuatan utama dalam pemenuhan kebutuhan mendesak warga.
Kemensos juga mengerahkan logistik tambahan berupa makanan siap saji, tenda, kasur, selimut, pakaian, dan obat-obatan.
Bantuan dikirim menggunakan helikopter dan kapal karena sejumlah akses darat menuju Aceh Tamiang sempat terputus akibat banjir.
Selain dapur umum di Aceh Tamiang, hingga awal Desember Kemensos telah mendirikan total 28 dapur umum di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Jumlah produksi gabungan seluruh dapur mencapai sekitar 100.000 bungkus nasi per hari.
Gus Ipul menegaskan bahwa kehadiran dapur umum merupakan langkah cepat pemerintah dalam mengamankan kebutuhan dasar warga terdampak, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.
Ia menambahkan bahwa dukungan tidak hanya dalam bentuk makanan, tetapi juga logistik kebencanaan lain yang bersifat mendesak.
Pada kesempatan itu, ia turut berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta relawan untuk memetakan kebutuhan prioritas warga seperti air bersih, listrik, obat-obatan, dan pakaian.
Pemenuhan kebutuhan tersebut menjadi fokus lanjutan usai pengiriman bantuan tahap awal.
Masyarakat setempat mengaku terbantu dengan keberadaan dapur umum yang beroperasi non-stop.
Banyak warga yang masih berada di pengungsian karena rumah mereka belum dapat ditempati kembali akibat genangan air dan lumpur.
Selain penanganan darurat, Kemensos juga memulai tahap pemulihan pascabencana.
Alat berat diturunkan untuk membersihkan lumpur dan puing-puing, terutama di kawasan yang mengalami kerusakan berat.
Gus Ipul menyampaikan bahwa pendampingan pemerintah tidak berhenti di masa tanggap darurat.
Program bantuan akan terus dilanjutkan hingga kondisi masyarakat kembali stabil dan aman.
Ia juga meminta seluruh petugas di lapangan menjaga kesehatan dan stamina, mengingat arus distribusi bantuan masih berlangsung dan cuaca belum sepenuhnya bersahabat.
Melalui langkah cepat di Aceh Tamiang, pemerintah menegaskan komitmennya untuk hadir secara langsung di tengah bencana, memastikan setiap bantuan tersalurkan, sekaligus memberikan dukungan nyata bagi warga yang terdampak banjir.***
Editor : Eli Kustiyawati