RADAR BOGOR - Gelombang pencairan bantuan sosial atau bansos terus berlangsung menjelang akhir 2025. Termasuk PKH BPNT.
Penerima manfaat dikejutkan dengan masuknya dana Rp600.000 ke rekening Bank Mandiri yang bukan berasal dari program bansos PKH atau BPNT.
Setelah dilakukan klarifikasi, bansos tersebut ternyata PKH BPNT, merupakan Bantuan Atensi Yatim Piatu (YAPI) yang dialokasikan untuk tiga bulan terakhir tahun ini.
Dilansir dari kanal YouTube DIARY BANSOS, penyaluran bantuan tersebut dilakukan setelah pendamping rehabilitasi sosial menyampaikan bahwa data pembayaran periode Oktober–Desember 2025 telah disetujui.
Para penerima yang sebelumnya sudah memperoleh buku tabungan dan ATM kini dapat mencairkan dana tersebut melalui ATM, agen bank, atau teller Mandiri.
Bantuan tersebut ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan dasar anak yatim, terutama perlengkapan sekolah dan kebutuhan pendidikan yang mendesak.
Pada waktu yang hampir bersamaan, BPNT susulan juga mulai masuk ke rekening KKS para penerima.
Bantuan susulan ini mencakup periode April hingga September dan sebagian besar diterima oleh KPM yang baru melakukan aktivasi kartu KKS pengganti.
Dalam beberapa kasus, penerima bahkan melaporkan tiga jenis bantuan sekaligus masuk dalam selang waktu berdekatan yakni PKH, BPNT, dan BLT Kesra.
Fenomena ini dianggap sebagai bentuk percepatan penyaluran menjelang tutup tahun fiskal.
Pihak pendamping sosial menyebutkan bahwa pemerintah berupaya menyelesaikan seluruh sisa penyaluran sebelum memasuki tahun anggaran baru pada 2026.
Namun yang paling banyak ditanyakan masyarakat adalah mengenai masa depan BLTS Kesra Rp900.000 yang sebelumnya diberikan satu kali pada tahun 2025.
Program ini bersifat sementara, sehingga kelanjutannya masih menunggu evaluasi dan keputusan dari pemerintah pusat.
Hingga kini belum ada kebijakan resmi yang mengarah pada perpanjangan bantuan tersebut untuk tahun depan.
Sumber pemerintahan menyebutkan bahwa BLTS Kesra hanya akan diberikan kembali apabila terdapat situasi nasional yang memerlukan intervensi cepat, seperti kenaikan inflasi pada komoditas strategis atau kondisi darurat yang memengaruhi stabilitas ekonomi masyarakat kecil.
Bila tidak terjadi kondisi tersebut, pemerintah akan fokus pada bantuan sosial reguler yang sudah berjalan seperti PKH, BPNT, serta rencana pengembangan PIP untuk tingkat pendidikan dasar.
Memasuki penghujung 2025, masyarakat yang menerima berbagai jenis bantuan sosial disarankan untuk terus memantau perkembangan melalui kanal resmi Kemensos.
Dengan masih terbukanya sejumlah proses pencairan, potensi percepatan penyaluran bantuan di beberapa wilayah masih sangat mungkin terjadi.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga