Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

KPM Bansos Peralihan dari PT Pos ke KKS Merah Putih Siap-Siap Dapat 4 Bantuan Sekaligus, Cek Daftarnya

Khairunnisa RB • Minggu, 7 Desember 2025 | 09:02 WIB
Ilustrasi: Penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Kantor Pos.
Ilustrasi: Penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Kantor Pos.

RADAR BOGOR - Pembaruan data dan pencairan bantuan sosial (bansos) berlangsung kurang dari beberapa hari lagi.

Informasi terbaru menyebutkan bahwa periode 1-10 Desember 2025 menjadi fase paling krusial bagi masyarakat yang belum pernah menerima bansos, terhapus dari data (excluded), maupun tercatat di desil 6-10 yang selama ini dinilai tidak layak sebagai penerima bantuan.

Masyarakat yang belum pernah terdaftar sebagai penerima dapat mengajukan diri melalui:

1. Aplikasi Cek Bansos Kemensos, atau

2. Operator desa/kelurahan di wilayah masing-masing.

Meski pendaftaran dibuka sepanjang tahun, masa 1-10 Desember memiliki keistimewaan, data yang masuk langsung diproses cepat untuk verifikasi dan validasi bulan berikutnya.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Akan Kaji Ulang Izin Kawasan Perumahan Imbas Banjir di Kabupaten Bandung

Banyak warga memanfaatkan momentum ini, khususnya mereka yang merasa sudah memenuhi syarat namun belum terdeteksi oleh sistem.

Ribuan KPM (Keluarga Penerima Manfaat) dilaporkan tiba-tiba naik ke desil 6–10, yang otomatis membuat bantuan mereka dihentikan. Kenaikan desil sering kali disebabkan oleh:

1. Ketidaktepatan sinkronisasi NIK,

2. Kesalahan pemutakhiran data,

3. Kurangnya pembaruan kondisi ekonomi keluarga,

4. Kesalahan penilaian sistem DTKS.

Baca Juga: Bansos PIP TK dan PAUD Berlaku 2026, Dana Rp450 Ribu per Siswa dengan Sistem Penyaluran Tiga Termin Sepanjang Tahun

Kemensos membuka kembali opsi request pembaruan data serta penurunan desil bagi masyarakat yang merasa tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sesungguhnya.

Proses ini berlangsung melalui Cek Bansos dan akan diikuti dengan survei lapangan (ground checking).

Keluhan klasik kembali muncul di berbagai daerah. Warga menyoroti banyaknya keluarga mampu yang justru masuk daftar penerima, sementara keluarga miskin tidak tersentuh bantuan.

Kemensos menyebutkan tiga penyebab utama:

1. Data keluarga miskin belum masuk DTKS,kependudukan

2. NIK belum valid di sistem kependudukan

3. Keluarga berada di desil 6-10 sehingga dianggap tidak layak

Masyarakat diminta melakukan usul-sanggah melalui aplikasi saat menemukan ketidaksesuaian.

Baca Juga: Enam Bansos Tetap Berjalan di Tahun 2026 Tapi Dua Bantuan Ini Akan Dihentikan, Apakah PKH BPNT? Simak Update dan Rinciannya

Sejumlah bansos besar mulai cair secara bertahap:

1. PKH

2. BPNT/Sembako

3. BLT Kesra Rp900.000

4. Bansos Penebalan Rp400.000

5. Bantuan Beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter

Status pencairan rata-rata sudah berada pada tahap Standing Instruction (SI), artinya dana segera masuk ke rekening KKS lama maupun KKS Merah Putih dalam 1–l-7 hari.

Dilansir dari kanal YouTube Klik Bansos, KPM yang baru dipindahkan penyalurannya dari PT Pos ke KKS Merah Putih berhak menerima:

1. PKH

2. BPNT

3. Penebalan Rp400.000

4. BLT Kesra Rp900.000

Total bantuan yang diterima mencapai lebih dari Rp1,3 juta.

Untuk penerima non-KKS, PT Pos tetap membagikan:

1. BLT Kesra Rp900.000

2. Beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter

Undangan wajib dibawa, karena bantuan bisa hangus jika tidak diambil sesuai jadwal.

Baca Juga: BLT Kesra Rp900 Ribu Dikabarkan Distop Awal 2026: Cek Daftar 6 Bansos yang Lanjut Untuk KPM dan Aturan Baru Digital

BLT Kesra Rp900.000 Apakah Diperpanjang Sampai 2026?

Sejak diluncurkan 17 Oktober 2025, BLT Kesra menjadi program responsif yang menggunakan realokasi anggaran negara.

Beda dengan PKH dan BPNT, program ini tidak bersifat reguler. Namun sejumlah indikator membuka peluang perpanjangan:

1. Kondisi ekonomi kuartal akhir 2025 masih berpotensi tertekan,

2. Program responsif sebelumnya seperti bantuan beras 10 kg sering kembali diadakan pada tahun berikutnya

3. Pemerintah menilai BLT Kesra cukup efektif menjaga daya beli masyarakat.

Pemerintah memang belum meresmikan kelanjutan program, tetapi peluangnya sangat terbuka.

Editor : Eka Rahmawati
#kpm #bansos #pt pos