RADAR BOGOR - Jelang pergantian tahun 2025 ke 2026, publik kembali dikejutkan terkait pencairan delapan program bantuan sosial yang dilakukan serentak pada 8–25 Desember 2025.
Gelombang pencairan ini disebut sebagai salah satu yang paling besar sepanjang tahun, sekaligus menjadi penutup distribusi bansos sebelum tutup anggaran.
Namun kabar gembira tersebut diiringi pengumuman mengejutkan, sebagian KPM dipastikan terhapus dari daftar penerima dan tidak akan pernah lagi mendapatkan bantuan, buntut dari verifikasi ketat data kesejahteraan yang dilakukan Kemensos dan BPS.
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Minta Bupati dan Wali Kota Kaji Ulang Izin Perumahan hingga Larang Warga Tinggal di Bantaran Sungai demi Cegah Banjir
Melalui validasi terbaru, pemerintah menetapkan beberapa kategori yang otomatis gugur dari daftar penerima bansos sebagaimana dilansir dari kanal YouTube Klik Bansos, kategori itu meliputi:
- KPM meninggal dunia: Data kematian kini terintegrasi langsung dengan sistem kependudukan.
- KPM dengan anggota keluarga yang berstatus TNI, Polri, atau ASN: Karena dianggap mampu secara penghasilan.
- Buruh/karyawan berpenghasilan di atas UMR/UMP: Kelompok ini diwajibkan mandiri dan tidak masuk kategori rentan.
- KPM yang menolak menerima bantuan: Penolakan otomatis menghapus nama dari DTKS.
- KPM yang menyalahgunakan dana bansos: Termasuk untuk membeli rokok, miras, game online online, barang mewah, cicilan, hingga pinjaman ilegal.
Kebijakan ini dilakukan agar bansos lebih tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Baca Juga: Situ Kabantenan dan Situ Cikaret bakal Jadi Satu Kawasan, Warga Bersiap Ada Destinasi Wisata Air Baru di Cibinong Bogor
Berikut delapan bansos besar yang cair serentak Desember 2025
1. Bantuan Atensi Yatim Piatu (Yapi)
Anak yatim, piatu, dan yatim piatu mendapatkan bantuan Rp200.000 per bulan dicairkan sekaligus untuk Oktober–Desember melalui Bank Mandiri.
2. PIP Termin 3
Bantuan pendidikan untuk siswa:
- SD: Rp450.000
- SMP: Rp750.000
- SMA: Rp1,8 juta
Siswa dengan KIP atau yang sudah aktivasi rekening diminta mengecek saldo mulai minggu kedua Desember.
Baca Juga: Kolaborasi dengan Radar Bogor, SalamAid Siap Berangkatkan Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di Sumatera, Mari Donasi Barang Berikut Ini
3. PKH Tahap 4
PKH menyasar 10 juta keluarga dengan kategori seperti ibu hamil, balita, lansia, disabilitas, dan pelajar.
4. BPNT Tahap 4
Penerima mencapai 18,3 juta KPM dengan pencairan via Himbara dan PT Pos.
5. Tambahan Penebalan Rp400.000
Khusus bagi KPM pemegang KKS Merah Putih hasil peralihan dari PT Pos, pencairan dilakukan bertahap hingga akhir Desember.
6. Bantuan Beras 20 Kg
Distribusi komoditas beras telah berjalan di berbagai kabupaten, KPM wajib mengambil bantuan sesuai waktu yang tercantum di surat undangan.
7. Bantuan Minyak Goreng 4 Liter
Disalurkan bersamaan dengan bantuan beras, jika tidak diambil dalam 5 hari bantuan dibatalkan dan dialihkan ke KPM lain.
Baca Juga: BLT Kesra Rp900 Ribu Sudah Disalurkan kepada 20 Juta KPM, Ini Pesan Mensos Agar Tak Ada Penumpukan di Kantor Pos saat Pencairan Bansos
8. BLT Kesra Rp900.000
Bantuan tunai non-reguler ini kembali cair bagi lebih dari 35 juta KPM di desil 1–4.
Tahap kedua distribusi mencakup:
• 11 juta KPM via PT Pos
• KPM tambahan melalui KKS Merah Putih minggu ini
Dengan penyaluran bansos besar-besaran ini, pemerintah berharap masyarakat dapat terbantu menghadapi beban ekonomi akhir tahun.
Namun pada saat bersamaan, Kemensos mengingatkan bahwa verifikasi data akan terus diperketat sepanjang tahun 2026.
Bagi KPM yang sudah terdaftar dan memenuhi syarat, pencairan Desember 2025 menjadi kesempatan terakhir sebelum data diperbarui awal tahun depan.