RADAR BOGOR - Menjelang penutupan tahun anggaran 2025, pemerintah akhirnya merilis daftar lengkap program bantuan sosial (bansos) yang akan tetap berlanjut maupun yang dihentikan mulai Januari 2026. Bagaimana nasib bansos reguler PKH BPNT?
Pengumuman ini sontak menjadi sorotan publik lantaran sejumlah program populer seperti bansos PKH BPNT disebut-sebut berakhir pada awal tahun.
Namun, melansir YouTube Info Bansos, Kementerian Sosial dan tim RBN 2026 membeberkan bahwa alokasi anggaran bansos PKH BPNT tahun depan naik menjadi Rp508,2 triliun.
Namun, peningkatan ini dibarengi kebijakan efisiensi yang mengharuskan beberapa program tidak diperpanjang.
Pemerintah memastikan enam program utama akan tetap aktif untuk melindungi 100 juta keluarga rentan berdasarkan data nasional DTSCN. Anggaran kelompok ini bahkan meningkat 8,6% dari tahun sebelumnya.
Dilansir dari kanal YouTube INFO BANSOS berikut daftar lengkapnya.
1. Program Keluarga Harapan (PKH)
• Nilai bantuan: Rp225.000 – Rp1.000.000 per tahap
• Pencairan: 4 kali setahun
• Sasaran: ibu hamil, balita, pelajar, lansia, disabilitas
• Target 2026: 10 juta KPM
Menjelang akhir 2025, pencairan PKH termin 7 memasuki fase penyelesaian dengan 94% SP2D telah terbit, dan transfer dana sudah mencapai 80–90%.
Daerah Jawa Barat dan NTB menjadi wilayah tercepat dengan progres 95%.
2. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)
• Saldo bantuan: Rp200.000 – Rp600.000
• Target 2026: 18 juta KPM
• Integrasi baru: dapat digabung dengan bantuan beras 10 kg saat kondisi darurat pangan.
3. Program Indonesia Pintar (PIP)
• Bantuan: Rp450.000 – Rp1.000.000 per siswa
• Sasaran: SD–SMA dan mahasiswa miskin (KIP Kuliah)
• Pendaftaran KIP Kuliah: akhir 2025
• Pencairan: awal tahun ajaran 2026
4. Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN
• Fasilitas: BPJS Kesehatan gratis
• Nilai iuran: Rp42.000 per orang
• Target: 90 juta peserta
5. Program Atensi & Rehabilitasi Sosial
• Sasaran: penyandang disabilitas, anak terlantar, lansia, dan PMKS
• Bentuk bantuan: alat bantu, nutrisi, perawatan sosial, pelatihan
• Target: 1 juta penerima
6. Bansos Beras 10 Kg
• Distribusi: Bulog, sesuai dukungan APBN
• Fungsi: stabilisasi pangan saat kemarau panjang atau gejolak harga.
Pemerintah mengumumkan bahwa 2026 menjadi tahun dimulainya transformasi digital penuh:
Warga dapat mendaftar bansos secara mandiri melalui ponsel.
Agen Perlinsos dari Kader Desa
Untuk membantu input data langsung dari kelurahan/desa.
Basis Data Terpadu DTSEN berbasis AI
Mampu mengidentifikasi kondisi ekonomi berdasarkan desil otomatis.
Potensi penghematan: Rp10 triliun per tahun
Uji coba sukses 90% di Banyuwangi dan akan diterapkan secara penuh mulai Februari 2026 di 32 kota pilot seperti Surabaya, Malang, Mojokerto, Balikpapan, hingga Polewali Mandar. Peluncuran nasional dijadwalkan Oktober 2026.
Program yang Resmi Dihentikan Mulai 1 Januari 2026
1. BLT Kesra Rp900.000
• Rapel terakhir cair Desember 2025 – awal Januari 2026
• Tahun 2026 dihentikan total
2. Bantuan Sembako Tambahan (Paket Beras 20 kg + Minyak 4 L)
• Tidak lagi dilanjutkan.
• Digantikan skema BPNT yang dinilai lebih tepat sasaran.
Mulai akhir 2025, pengecekan resmi hanya melalui cekbansos.go.id
Warga diminta mengupdate data Dukcapil sebelum 2026 untuk mencegah terhapus dari DTSEN.
Penyaluran PKH & BPNT Hari Ini (6 Desember 2025)
• PKH: 9,4 juta SP2D terbit (94%), transfer fisik 80–90%.
• BPNT: pencairan tahap 4 dipercepat lewat bank Himbara & PT Pos.
• Target nasional: 100% cair sebelum 31 Desember agar anggaran tidak hangus.
KPM yang tidak muncul dalam daftar bayar termin 7 sangat berpotensi tidak lagi menerima PKH pada 2026 bila tidak melakukan verifikasi ulang.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga