RADAR BOGOR - Di tengah penantian jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terhadap pencairan bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap 4, muncul fenomena menarik di lapangan.
Sejumlah KPM pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank Himbara melaporkan adanya saldo bansos besar masuk secara mendadak, bahkan hingga mencapai Rp900.000. Bukan PKH dan BPNT.
Dilansir dari kanal Cek Bansos per hari Senin, 8 Desember 2025, dana bansos yang masuk tersebut teridentifikasi bukan PKH BPNT, melainkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra susulan. Laporan penerimaan ini datang dari KKS Bank BNI di Kediri, serta Bank BRI dan Bank Mandiri.
Fenomena ini mengindikasikan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) tengah gencar menuntaskan sisa-sisa penyaluran bantuan di tahap sebelumnya, memberikan sinyal positif bahwa sistem penyaluran perbankan sudah bergerak aktif menjelang puncak pencairan tahap utama (Tahap 4).
Status SIKS-NG Wajib Berubah Menjadi SI
Meskipun kabar saldo susulan ini menggembirakan, KPM diimbau untuk tidak terlena. Fokus utama saat ini, terutama bagi yang menantikan BPNT Tahap 4, adalah memantau perkembangan status di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial–Next Generation (SIKS-NG).
Kemensos telah menetapkan alur baku, di mana proses pencairan dana bantuan sosial baru akan benar-benar terimplementasi di rekening KPM jika status di SIKS-NG sudah mencapai SI (Standing Instruction). Status ini adalah perintah transfer resmi yang dikeluarkan kepada Bank Himbara.
Saat ini, banyak KPM yang statusnya masih berada di tahap Surat Perintah Membayar (SPM) atau Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).
Pengecekan ke ATM menjadi efektif dan efisien jika status sudah berubah ke SI, diikuti jeda waktu sekitar 2 hingga 3 hari.
Himbauan Kritis untuk KPM:
- Stop Cek ATM Berulang
Hindari bolak-balik ke mesin ATM atau agen penyalur. Data per 8 Desember 2025 menunjukkan bahwa saldo BPNT Tahap 4 di KKS Bank Mandiri, BRI, dan BNI masih dilaporkan kosong.
- Pantau Status Resmi
Selalu tunggu informasi valid mengenai perubahan status dari SPM/SP2D ke SI di SIKS-NG.
- Waspada Pencairan Komponen
Beberapa KPM juga melaporkan masuknya dana Rp600.000, yang diduga adalah PKH komponen lansia susulan, bukan BPNT Tahap 4.
Dengan adanya percepatan penyaluran dana susulan ini, diharapkan antrian dan hambatan administrasi untuk pencairan PKH dan BPNT Tahap 4 dapat diselesaikan lebih cepat, memungkinkan KPM menerima hak mereka sebelum akhir tahun.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga