RADAR BOGOR – Pemerintah menyalurkan bansos reguler secara masif, fokus hingga 10 Desember 2025. Bansos nonreguler dijadwalkan hingga akhir Desember 2025.
Cek saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sebaiknya dilakukan secara berkala. Beberapa program bansos yang cair pada Desember 2025 sebagai berikut.
Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 4 Termin 7
PKH Tahap 4 Termin 7 cair untuk periode Oktober–Desember 2025. Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) untuk bagian terakhir (batch penutup) baru saja turun sekitar tanggal 6–7 Desember 2025.
Jadwal tersebut ditetapkan demi verifikasi Data Tunggal Sistem Ekonomi Nasional (DTSEN) secara lengkap, menghindari kebocoran, serta sinkronisasi data dengan Bank Himbara.
Kuota KPM sudah mencapai 10 juta secara nasional. Artinya, target terpenuhi dan dana siap disalurkan.
Prediksi pencairan 8 Desember 2025. Saldo akan disalurkan secara bertahap ke KKS Bank Himbara atau melalui Kantor Pos. Proses tersebut berlanjut hingga 15–21 Desember 2025.
Prioritas penyaluran ialah Jawa (Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur), Sumatra, Sulawesi, Papua, dan daerah lainnya.
Nominal PKH tergantung komponennya, seperti ibu hamil atau balita (Rp750 ribu), siswa sekolah (Rp225 ribu hingga Rp500 ribu), lansia (Rp600 ribu), dan penyandang disabilitas (Rp600 ribu).
Total bisa mencapai Rp2–3 juta untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk bansos 3 bulan (triwulan).
Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau Kartu Sembako Tahap 4 (Batch Akhir)
Gelombang terakhir pencairan BPNT Tahap 4 sedang diproses untuk melengkapi penyaluran bansos kepada 18,3 juta KPM secara nasional.
Akibat masih sedikitnya pencairan saldo KKS Bank Mandiri dibandingkan Bank Himbara lainnya (BNI, BRI, dan BSI), KKS Mandiri diprediksi akan ramai penyaluran mulai 8 Desember 2025.
Puncak pencairan saldo diperkirakan terjadi pada 8–15 Desember 2025, paling lambat minggu ketiga Desember 2025 (sekitar 20 Desember 2025).
Saldo dapat dicek melalui aplikasi Livin’ Mandiri atau ATM Bank Mandiri terdekat. Pengecekan dilakukan secara berkala.
Fokus pencairan serupa dengan PKH, yaitu Jawa Timur dan Jawa Tengah. Prioritas lain, karena jumlah KPM yang besar, ialah Jabodetabek, Sumatra Utara, dan Sumatra Selatan.
Fokus pencairan juga dilakukan di area lain seperti Sulawesi Selatan (Makassar, Gowa, dan Maros) serta Daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
Pencairan untuk Daerah 3T agak mundur. Biasanya, minggu depan sudah mulai cair.
Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra)
Penerimaan susulan diberikan kepada KPM yang belum mencairkan BLTS Kesra di ATM Bank Himbara atau Kantor Pos Indonesia karena belum sempat, libur, atau antrean panjang.
Mulai 8 Desember 2025, Kantor Pos seluruh Indonesia kembali membuka penyaluran BLTS Kesra. Syarat pencairan ialah KTP dan KK asli.
Tidak boleh terlambat mencairkan BLTS Kesra. Batas akhir pencairan ialah 31 Desember 2025.
Kuota pencairan BLTS Kesra sudah mencapai sekitar 32–33 juta KPM. Sisa kuota masih dalam proses verifikasi KPM untuk melengkapi target pencairan BLTS Kesra bagi 35 juta KPM.
Sisa kuota terjadi akibat KPM memiliki data ganda, meninggal dunia, atau graduasi (kepesertaan bansos nonaktif).
Prediksi pencairan gelombang tambahan dan pengganti BLTS Kesra dimulai 8 Desember 2025, terutama di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi Selatan.
Pencairan berlanjut hingga akhir tahun 2025 dan dapat mulur hingga minggu awal Januari 2026, khusus untuk Daerah 3T atau data yang terlambat masuk.
Bantuan Pangan
Bantuan pangan berupa beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter disalurkan langsung oleh Bulog.
KPM sama persis dengan penerima BPNT, yaitu 18,3 juta penerima. Penyaluran sudah mencapai 80–90% dari target, meliputi Jawa, Bali, Sumatra, sebagian Kalimantan, dan Sulawesi.
Target distribusi bantuan pangan harus mencapai 100% sebelum akhir tahun.
Namun, distribusi di Indonesia Timur masih banyak yang belum menerima akibat faktor cuaca. Transportasi laut dan logistik juga terbatas.
Oleh karena itu, mulai 8 Desember 2025 Bulog akan melakukan pengiriman intensif bantuan pangan ke Indonesia Timur via kapal laut (kapal Pelni dan kapal perintis) serta truk.
Bansos Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) DKI Jakarta
Bansos PKD DKI Jakarta merupakan program unggulan Pemprov DKI yang cair bulanan bagi kelompok rentan, seperti anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Nominalnya Rp300 ribu per bulan per orang.
Kartu Lansia Jakarta (KLJ)
Target 171.010 penerima. Bansos ini ditujukan bagi lansia warga Jakarta berusia minimal 60 tahun yang kurang mampu.
Kartu Anak Jakarta (KAJ)
KAJ diberikan untuk anak berusia 0 hingga 6 tahun dari keluarga kurang mampu. Target 27.352 penerima.
Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ)
KPDJ diberikan untuk penyandang disabilitas warga Jakarta yang kurang mampu. Sasaran 20.890 penerima.
Total kuota PKD DKI ialah 219.252 penerima berdasarkan prioritas DTSEN. Pencairan berlangsung pada 10–20 Desember via Bank DKI atau ATM. Cek bansos melalui aplikasi JakOne Mobile.***
Editor : Eli Kustiyawati