RADAR BOGOR – Penyaluran berbagai bantuan sosial (bansos) memasuki tahap paling sibuk pada minggu kedua Desember 2025, ketika Kementerian Sosial mempercepat realisasi bansos triwulan ke-4 yang mencakup Oktober, November, dan Desember.
Percepatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh penerima manfaat mendapatkan haknya sebelum pertengahan Desember.
Penyaluran melalui bank-bank Himbara membuat saldo KKS mulai bergerak sejak tanggal 8, dan progres di sebagian besar wilayah menunjukkan percepatan yang cukup signifikan.
Untuk memberikan gambaran menyeluruh, berikut penjabaran lengkap per jenis bantuan, melansir kanal Info Bansos.
1. Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 4
PKH menjadi salah satu bantuan dengan progres paling cepat karena mencakup lebih dari 10.000.000 Keluarga Penerima Manfaat.
Nominal yang diterima setiap keluarga berbeda sesuai komponennya. Misalnya, komponen balita atau lansia mendapatkan Rp750.000 untuk periode 3 bulan.
Hingga 9 Desember, progres nasional sudah mencapai sekitar 90 persen, dengan realisasi tertinggi di Jawa, Sumatera, serta beberapa wilayah 3T.
Dana dikirim melalui bank Himbara langsung ke KKS, dengan target pemerintah menyelesaikan seluruh penyaluran sebelum 15 Desember. Jika nama penerima tidak muncul di daftar SP2D terbaru, maka tidak ada pencairan pada tahap ini.
2. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 4
BPNT juga mengalami percepatan karena menyangkut kebutuhan pangan keluarga. Total yang diterima penerima manfaat adalah Rp600.000 (akumulasi Rp200.000 per bulan untuk 3 bulan).
Bantuan ini dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras, telur, daging, dan bahan pangan penting lainnya.
Target penyalurannya mencakup lebih dari 18.300.000 keluarga, dengan progres nasional berada di kisaran 85–90 persen.
Untuk pemegang KKS Bank Mandiri, sebagian masih menunggu verifikasi akhir, namun dipastikan cair paling lambat 15 Desember.
3. BLT Sementara (BLTS) atau BLT Kesra
Bantuan ini memberikan total Rp900.000 yang merupakan akumulasi Rp300.000 selama 3 bulan.
Sasaran utamanya adalah 35.040.000 keluarga desil 1–4, termasuk 1.600.000 penerima baru yang datanya masuk tahun ini.
Per 9 Desember, progres nasional baru mencapai sekitar 70 persen. Untuk masyarakat yang belum terdaftar namun sedang diusulkan melalui SIKS-NG, pencairan bagi penerima pengganti diperkirakan berlangsung antara akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026.
4. Bansos Pangan Beras dan Minyak Goreng
Selain bantuan non tunai, penyaluran pangan fisik juga berjalan merata, berupa beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter.
Bantuan ini merupakan penebalan untuk 2 bulan, yaitu Oktober dan November, dengan target penyaluran ke 1.800.000 keluarga desil 1–5.
Pengambilan dilakukan melalui Bulog menggunakan KKS dan undangan resmi. Progres per 9 Desember berada pada kisaran 80 persen, dan batas pengambilan disebutkan sampai 10 Desember.
5. Program Lain yang Juga Sedang Diproses
Dua program lain juga ikut bergulir pada periode ini. Program Indonesia Pintar (PIP) untuk termin 3 bulan Desember sudah mulai dicairkan sejak akhir November setelah validasi data oleh pihak sekolah dan bank.
Selain itu, daerah DKI Jakarta juga menjalankan Program Pemenuhan Kebutuhan Dasar yang mencakup bantuan untuk anak (KAJ), lansia (KLJ), dan penyandang disabilitas (KPDJ).
Nominal bantuannya Rp300.000 per orang setiap bulan dengan total penerima lebih dari 149.000 orang, termasuk penerima tambahan yang mulai aktif di 2025.***
Editor : Eli Kustiyawati