RADAR BOGOR – Penyaluran bantuan sosial (bansos) pada 10 Desember 2025 memasuki fase paling sibuk karena pemerintah sedang mengebut pencairan PKH Tahap 4 dan BPNT Tahap 4 agar seluruh proses selesai sebelum 15 Desember.
Dilansir dari kanal Info Bansos, periode ini menjadi momen paling krusial di akhir tahun sebab semua keluarga penerima manfaat harus tuntas dalam satu gelombang besar, sehingga berbagai daerah mulai melaporkan masuknya saldo sejak 9 hingga 10 Desember.
Pergerakan bank penyalur juga berlangsung merata, membuat banyak wilayah sudah memasuki tahap pencairan serentak, sementara beberapa daerah lain masih menunggu input saldo bertahap.
1. Informasi Umum dan Waktu Penyaluran
Tanggal 10 Desember menandai puncak distribusi bantuan untuk periode Oktober–Desember, di mana PKH memasuki gelombang terakhir tahun 2025 dan BPNT sebesar Rp600.000 mulai mengalir ke berbagai wilayah.
Pemerintah menargetkan seluruh pencairan rampung paling lambat 15 Desember sehingga proses input saldo terus dipercepat.
Sebagian besar daerah yang sudah bergerak sejak 9–10 Desember menjadi indikator bahwa distribusi bantuan telah mencapai fase hampir selesai dan tinggal menunggu penyelesaian wilayah yang masih tertinggal.
2. Detail PKH Tahap 4 (Termin Terakhir)
PKH Tahap 4 merupakan pencairan terakhir tahun 2025 untuk 10 juta KPM dengan periode Oktober–Desember sebagai termin penutup.
Besaran bantuannya mencakup Rp3.000.000 untuk ibu hamil dan balita, Rp900.000 untuk anak SD, Rp1.400.000 untuk anak SMP, Rp2.000.000 untuk anak SMA, dan Rp2.400.000 untuk lansia.
Pada periode penyaluran akhir tahun ini juga terdapat tambahan berupa beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter di banyak wilayah bagi KPM yang memenuhi persyaratan.
Setelah termin ini selesai, tidak ada lagi penyaluran PKH lanjutan pada tahun 2025 sehingga seluruh proses harus tuntas sebelum pertengahan Desember.
3. Detail BPNT Tahap 4
BPNT sebesar Rp600.000 merupakan alokasi Rp200.000 per bulan selama tiga bulan dan disalurkan melalui mekanisme nontunai menggunakan KKS.
Bantuan dapat dibelanjakan untuk kebutuhan pokok seperti beras, telur, dan minyak di tempat belanja yang bekerja sama dengan program.
Penyaluran BNI berjalan lebih cepat untuk wilayah urban sejak awal November, sedangkan BRI mendominasi penyaluran pedesaan yang kini masuk fase ramai.
Bank Mandiri mulai memasukkan saldo secara bertahap pada 10 Desember meskipun belum seluruh wilayah bergerak serentak. BSI juga aktif menyalurkan bantuan terutama di daerah penerima layanan syariah.
4. Daftar Daerah yang Mulai Cair Berdasarkan Bank Penyalur
Pencairan yang berlangsung pada 9–10 Desember mencakup lebih dari 100 daerah.
BRI — Wilayah yang bergerak cepat mencakup Buleleng, Karangasem, dan Klungkung di Bali; Lebak dan Tangerang di Banten; berbagai kabupaten di Bengkulu; Kepulauan Seribu di DKI Jakarta; sejumlah daerah di Jawa Barat seperti Cianjur, Majalengka, Pangandaran, Subang, Sumedang, dan Tasikmalaya; deretan kabupaten di Jawa Tengah seperti Banjarnegara, Blora, Pati, Grobogan, Purworejo, dan Temanggung; serta sejumlah kabupaten di Jawa Timur seperti Bangkalan, Nganjuk, dan Sampang.
BNI — Banyak daerah perkotaan yang sudah bergerak seperti Badung, Gianyar, Jembrana, dan Denpasar; Pandeglang dan Serang di Banten; Bantul, Kulon Progo, dan Yogyakarta di DIY; seluruh wilayah kota di DKI Jakarta; Kota Sungai Penuh di Jambi; serta hampir seluruh wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, mulai dari Bandung, Bekasi, Cirebon, Sukabumi, Bogor, Purwakarta, Jepara, Karanganyar, Semarang, Surakarta, Blitar, Malang, Sidoarjo, Surabaya, dan puluhan daerah lain.
Mandiri — Wilayah yang diprediksi cair massal dalam 2–3 hari meliputi Bogor, Bombana, Bone, Brebes, Bulukumba, Buol, Buru, Ciamis, Cilacap, Dairi, Dharmasraya, Garut, Gorontalo Utara, Gunung Kidul, Humbang Hasundutan, Indragiri Hulu, Jember, Karawang, Kebumen, Keerom, Kepulauan Meranti, Lampung Barat, Lampung Timur, Lampung Utara, Luwu, Maluku Tenggara, Manokwari Selatan, Melawi, Mesuji, dan Minahasa.***
Editor : Eli Kustiyawati