RADAR BOGOR – Satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) berpeluang memperoleh lima bantuan sosial (bansos) sekaligus, asalkan sesuai ketentuan.
Data Tunggal Sistem Ekonomi Nasional (DTSEN) terintegrasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Keunggulan DTSEN ialah akurat, terpadu, tepat sasaran, transparan, akuntabel, efektif, dan efisien. Cukup satu NIK saja untuk verifikasi dalam DTSEN.
Pada tahun 2026 pemerintah berusaha meningkatkan kinerja DTSEN dengan data yang lebih terintegrasi dan digitalisasi penyaluran bansos.
DTSEN harus akurat sehingga bansos tidak berisiko terhenti. Dengan terdaftarnya seseorang di DTSEN, ia berpeluang memperoleh berbagai bansos dengan nilai jutaan rupiah per tahun.
Beberapa bansos yang dapat diterima ialah sebagai berikut.
Program Keluarga Harapan (PKH)
PKH merupakan bansos unggulan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan komponen pendidikan, kesejahteraan, kesehatan, dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat. Dalam satu tahun terdapat empat tahap pencairan.
Komponen pendidikan berupa murid SD (Rp225 ribu per tahap), SMP (Rp375 ribu per tahap), dan SMA (Rp500 ribu per tahap).
Komponen kesejahteraan berupa lansia (Rp600 ribu per tahap) dan penyandang disabilitas (Rp600 ribu per tahap).
Komponen kesehatan berupa ibu hamil dan anak usia dini (0–6 tahun) (Rp750 ribu per tahap). Sementara komponen pelanggaran HAM berat ialah Rp2,7 juta.
Bansos PKH disalurkan melalui Bank Himbara (Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BSI).
Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)
Bansos BPNT senilai Rp600 ribu per tahap. Pencairan dilakukan empat kali dalam setahun.
Program Indonesia Pintar (PIP)
Bansos PIP bertujuan mengembangkan aspek pendidikan agar anak dari keluarga kurang mampu tidak putus sekolah.
Nilai PIP: TK (Rp450 ribu per tahun), SD (Rp450 ribu per tahun), SMP (Rp750 ribu per tahun), dan SMA (Rp1 juta per tahun).
Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK)
Sasarannya ialah keluarga miskin dan rentan. Dengan PBI JK, KPM dapat berobat jalan maupun rawat inap.
Bantuan Pangan
Bantuan pangan berupa beras premium 20 kg dan minyak goreng 4 liter. Bansos tersebut tetap harus dijaga pemanfaatannya.***
Editor : Eli Kustiyawati