Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cair Massal! Bansos PKH dan BPNT Tahap Akhir 2025 Meledak di 103 Daerah, KPM Diminta Siaga Mulai Hari Ini

Khairunnisa RB • Kamis, 11 Desember 2025 | 09:52 WIB
KPM memegang KKS bansos
KPM memegang KKS bansos

RADAR BOGOR – Penyaluran bantuan sosial (bansos) kembali memasuki fase krusial menjelang akhir tahun.

Memasuki tanggal 10 Desember 2025, laporan dari berbagai daerah menunjukkan bahwa bansos PKH Tahap 4 termin terakhir serta BPNT Tahap 4 mulai memasuki puncak pencairan.

Kementerian Sosial memastikan bahwa seluruh proses distribusi bansos difokuskan untuk menyelesaikan kuota bantuan sebelum 15 Desember 2025.

Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2025 kini berada di penghujung penyaluran.

Beragam komponen bantuan mulai dari ibu hamil, balita, anak sekolah, hingga lansia kembali masuk ke rekening KKS milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Besaran bantuan tetap mengacu pada aturan tahun berjalan, seperti:

• Ibu hamil: Rp3 juta/tahun

• Balita: Rp3 juta/tahun

• SD: Rp900 ribu/tahun

• SMP: Rp1,4 juta/tahun

• SMA: Rp2 juta/tahun

• Lansia: Rp2,4 juta/tahun

Laporan lapangan menegaskan bahwa pencairan di gelombang terakhir ini sudah merata di banyak daerah sejak 9–10 Desember, termasuk tambahan beras 20 kg serta minyak goreng 4 liter bagi KPM yang memenuhi syarat.

Dilansir dari kanal YouTube Info Bansos, penyaluran difokuskan melalui jaringan bank Himbara: BRI, BNI, Mandiri, serta BSI.

Jika dana belum muncul di KKS, pendamping sosial meminta KPM segera melakukan pengecekan SP2D terakhir guna memastikan status penerima.

Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) sebesar Rp600 ribu (akumulasi 3 bulan) tengah memasuki puncak distribusi.

Sejak awal Desember, bank-bank penyalur menunjukkan peningkatan aktivitas signifikan.

BNI menjadi bank pertama yang ramai ditarik KPM sejak awal November, terutama di wilayah perkotaan.

BRI menyusul dengan penyaluran agresif di wilayah pedesaan.

Mandiri mulai mengalirkan dana bertahap per 10 Desember, menyasar KPM lama secara nonmassal namun stabil.

BSI aktif menyalurkan distribusi di wilayah dengan dominasi nasabah syariah.

Kemensos menargetkan 18,27 juta KPM menerima BPNT sebelum batas waktu penutupan.

Walau data resmi per kabupaten belum dirilis, kompilasi laporan lapangan menunjukkan 103 daerah mencatat aktivitas penyaluran yang meningkat drastis.

Daerah-daerah ini mencakup Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Banten, Bengkulu, Jambi, dan wilayah lain yang sedang berada dalam fase puncak pencairan.

Bank dominan di wilayah BRI untuk pedesaan, BNI untuk pusat kota, Mandiri untuk transfer digital, dan BSI untuk syariah menjadi indikator kecepatan pencairan pada kabupaten tertentu.

Kemensos menegaskan bahwa seluruh proses dikejar tuntas sebelum pertengahan Desember agar tidak ada KPM yang tertinggal.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bpnt #bansos #pkh