RADAR BOGOR – Berbagai KPM melaporkan bahwa kombinasi bantuan yang masuk cukup signifikan bila ditotal dalam satu periode.
Dilansir dari kanal Klik Bansos, selain transfer dana, distribusi komoditas pangan juga mulai berjalan di wilayah tertentu.
Seiring makin banyaknya bukti saldo masuk, masyarakat diminta tidak hanya memantau rekening secara berkala, tetapi juga memahami penyebab mengapa sebagian penerima belum mendapatkan haknya.
A. Jenis Bantuan yang Sedang Mengalir
Sejumlah bantuan dipastikan bergerak bersamaan, khususnya kategori yang sudah menjadi agenda akhir tahun. Bantuan tersebut meliputi:
• PKH dan BPNT dalam bentuk reguler
• BLT Kesra senilai Rp900.000
• Dana penebalan sebesar Rp400.000
• Bantuan pangan berupa beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter untuk wilayah tertentu
Semua kategori di atas masuk melalui skema yang berbeda-beda, sehingga tidak seluruh KPM menerima komponen yang sama dalam waktu bersamaan.
B. Laporan Saldo Masuk Berdasarkan Bank dan Wilayah
Perkembangan di lapangan cukup beragam dan menunjukkan perbedaan antarbank serta daerah. Sejumlah temuan yang sering dilaporkan KPM antara lain:
1. Bank BRI
• Banyak rekening menampilkan nominal sekitar Rp1.000.000 yang berasal dari kombinasi BPNT dan dana penebalan.
• Terdapat kasus kartu yang sudah empat tahun tidak pernah terisi, tiba-tiba mendapat Rp900.000.
2. Bank Mandiri
• KKS lama kembali aktif dengan saldo baru.
• Beberapa pemegang kartu menerima BPNT Rp600.000.
3. Bank BNI
• Terlihat pencairan BLT Kesra Rp900.000 di sejumlah rekening.
4. Wilayah Jawa Barat (Bogor & Cianjur)
• Distribusi bantuan barang mulai diterima, meliputi beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter.
5. KKS Baru
• Beberapa penerima KKS baru yang awalnya hanya BPNT murni, kini muncul status validasi PKH sehingga memperoleh dua jenis bantuan sekaligus.
Perbedaan nominal dan jenis bantuan sangat dipengaruhi oleh status masing-masing KPM di sistem, sehingga tidak semua penerima mendapatkan pola yang sama.
C. Penyebab Utama Mengapa Sebagian Penerima Belum Mendapatkan Bantuan
Tidak semua rekening langsung menunjukkan saldo pada hari yang sama. Ada dua alasan utama yang paling sering menjadi penyebab keterlambatan:
1. Penyaluran Bertahap
Proses transfer tidak dilakukan dalam satu waktu. Sistem melakukan distribusi secara termin per gelombang agar penyaluran lebih terkontrol.
Akibatnya, beberapa penerima baru akan melihat saldo masuk beberapa jam atau beberapa hari setelah gelombang sebelumnya selesai.
2. Data Penerima Terhapus atau Tidak Lagi Masuk Kuota
Beberapa KPM berpotensi kehilangan hak penerimaan apabila dinilai tidak lagi memenuhi syarat. Faktor penyebab antara lain:
• Pemanfaatan bantuan untuk hal yang melanggar aturan, misalnya digunakan untuk gim online terlarang.
• Survei menunjukkan kondisi ekonomi sudah lebih mampu.
• Dalam satu Kartu Keluarga terdapat anggota TNI, Polri, ASN, atau pekerja bergaji di atas UMP/UMK.***
Editor : Eli Kustiyawati