RADAR BOGOR – Setelah sempat didominasi oleh pencairan di Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) baru, hari ini, 11 Desember 2025, kabar baik datang bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos pemegang KKS lama Bank Mandiri.
Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) senilai Rp600.000 dilaporkan mulai masuk secara bertahap ke rekening KPM.
Dikutip dari YouTube Arfan Saputra Channel, pencairan ini merupakan sinyal bahwa proses penyaluran bansos reguler telah dimulai secara masif di Bank Mandiri, menuntaskan alokasi akhir tahun.
1. Konfirmasi Pencairan BPNT Tahap 4 di KKS Lama
Berdasarkan laporan di media sosial dan tangkapan layar valid dari KPM, saldo sebesar Rp600.000 telah masuk ke rekening KKS pada 11 Desember 2025.
Nominal: Rp600.000
Alokasi: Dana ini mewakili BPNT alokasi selama tiga bulan, yaitu Tahap 4 (Oktober, November, dan Desember 2025), dengan besaran Rp200.000 per bulan.
Pencairan ini dikonfirmasi terjadi pada KKS Bank Mandiri yang merupakan terbitan lama (contoh: KKS terbitan tahun 2017).
Hal ini mematahkan tren pencairan yang hanya berfokus pada KKS baru di hari-hari sebelumnya.
Lokasi: Laporan awal pencairan yang tersebar berasal dari daerah seperti Kota Bogor dan wilayah lain yang menggunakan KKS Bank Mandiri.
Bantuan ini diidentifikasi sebagai BPNT Tahap 4 susulan.
Selain itu, terdapat juga laporan BPNT Tahap 3 yang sebelumnya tertunda bagi beberapa KPM dan baru dicairkan pada hari yang sama, menandakan Bank Mandiri sedang melakukan penuntasan rapelan secara menyeluruh.
2. Imbauan untuk KPM Bank Mandiri
Dengan adanya laporan pencairan di KKS lama Bank Mandiri, KPM yang menggunakan bank ini diimbau untuk segera melakukan pengecekan saldo.
Cara cek saldo: KPM dapat melakukan pengecekan melalui ATM terdekat atau melalui aplikasi mobile banking (Livin’ by Mandiri) untuk memastikan dana telah masuk.
Target: Pencairan ini memberikan harapan bagi seluruh KPM BPNT yang telah lama menunggu alokasi Tahap 4.
Meskipun sudah ada konfirmasi, proses pencairan biasanya dilakukan secara bertahap antarwilayah.
Percepatan penyaluran merupakan langkah positif pemerintah untuk menuntaskan semua alokasi bansos 2025 sebelum memasuki penutupan tahun anggaran.***
Editor : Eli Kustiyawati