RADAR BOGOR – Informasi terbaru mengenai pencairan bantuan sosial (bansos) pada tanggal 12 Desember 2025 menunjukkan adanya pergerakan signifikan pada saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), terutama bagi penerima yang terhubung dengan Bank Mandiri.
Dilansir dari kanal Diary Bansos, banyak keluarga sudah mulai menerima dana untuk periode akhir tahun, termasuk BPNT Tahap 4 serta bantuan tambahan lain yang sebelumnya tertunda.
Perkembangan ini menjadi perhatian luas karena terjadi secara masif dalam satu hari sehingga mendorong banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk kembali mengecek status saldo mereka.
1. Pencairan BPNT Tahap 4 Sebesar Rp600.000
Penerima manfaat BPNT mulai merasakan pencairan gelombang terbaru, di mana nominal Rp600.000 muncul pada sejumlah rekening KKS milik warga.
Dana tersebut teridentifikasi sebagai alokasi periode Oktober hingga Desember yang kini mulai masuk secara bertahap.
Penyaluran terbanyak terjadi pada KKS yang diterbitkan Bank Mandiri, baik untuk kartu lama maupun kartu yang baru dicetak.
Berbagai bukti transaksi, mulai dari struk hingga tampilan saldo pada aplikasi perbankan, menguatkan bahwa distribusi BPNT tahap ini berjalan secara luas pada tanggal tersebut.
Situasi ini membuat banyak keluarga akhirnya bisa memastikan bahwa bantuan mereka telah masuk setelah menunggu beberapa waktu.
2. Munculnya Beragam Nominal Lain di Sejumlah KKS
Selain dana Rp600.000, muncul pula laporan mengenai nominal lain yang tercatat masuk ke rekening KKS tertentu.
Beberapa keluarga menerima Rp1.600.000, yang merupakan gabungan dari akumulasi BPNT tahap sebelumnya serta tambahan penebalan untuk kebutuhan pangan.
Nominal ini biasanya muncul pada penerima yang sebelumnya belum sempat cair pada tahap-tahap awal sehingga total akumulasinya lebih besar.
Sementara itu, ada juga penerima yang mendapatkan Rp450.000 yang muncul pada KKS baru.
Jumlah tersebut diperkirakan sebagai alokasi bagi komponen pendidikan, khususnya untuk anak tingkat SD dalam program bantuan reguler.
Variasi ini memperlihatkan bahwa setiap KPM memiliki pola pencairan berbeda bergantung pada status bantuannya masing-masing.
3. Peringatan Serius terhadap Risiko KKS Baru Terblokir
Seiring meningkatnya aktivitas pengecekan saldo, muncul juga peringatan penting bagi pengguna KKS baru.
Banyak kasus menunjukkan bahwa kartu dapat terblokir jika dicek pada agen bank yang berbeda dari bank penerbit sebelum proses aktivasi selesai.
Misalnya, kartu dari Bank Mandiri yang dibawa ke agen milik bank lain dapat langsung masuk status blokir secara otomatis.
Kondisi ini membuat KPM harus melakukan pembukaan blokiran di kantor bank penyalur, yang tentu memerlukan waktu tambahan.
Untuk menghindari masalah seperti ini, disarankan agar pengecekan saldo dilakukan melalui mesin ATM atau agen resmi yang sesuai dengan bank penerbit kartu tersebut.
4. Perkembangan Terbaru Terkait BLT Sembako/Kesra Gelombang Kedua
Baca Juga: Alhamdulillah, Warga Bogor Akhirnya Dapat Pencairan Bansos BPNT bagi Pemegang KKS Lama Terbitan 2017
Sementara itu, bantuan BLT Sembako atau Kesra masih dalam tahap verifikasi untuk gelombang kedua.
Proses ini merupakan bagian dari penyaluran bagi penerima pengganti yang belum masuk pada gelombang pertama.
Dengan total target 35 juta penerima, tercatat sudah sekitar 28 juta keluarga yang menerima, sehingga masih ada sekitar 7 juta KPM yang menunggu giliran.
Verifikasi kelayakan dilakukan langsung oleh pendamping sosial atau operator SIKS-NG di wilayah masing-masing.
Setelah proses ini diselesaikan, pencairan akan dilanjutkan sesuai kuota dan jadwal yang ditetapkan.***
Editor : Eli Kustiyawati