RADAR BOGOR – Penyaluran bantuan sosial (bansos) Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Rp600 ribu terus dilakukan untuk belanja kebutuhan pangan.
Untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum menerima BPNT, sebaiknya bersabar karena penyaluran bansos tersebut dilakukan secara bertahap.
BPNT merupakan program bansos sebesar Rp200 ribu per bulan agar KPM bisa membeli makanan. Sementara itu, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) merupakan kartu ATM bansos.
Berdasarkan aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial–Next Generation (SIKS-NG), penyaluran BPNT sudah memasuki fase akhir pengesahan dengan target penyelesaian pada 15 Desember 2025.
Walaupun Bank Mandiri lebih lambat jadwal pencairannya, kini penyaluran BPNT gencar dilakukan oleh bank pelat merah tersebut.
Demikian pula halnya dengan bank Himbara lainnya, seperti BNI, BRI, dan BSI.
Penyaluran BPNT mulai dilakukan sejak akhir November 2025. Puncak penyaluran ditargetkan hingga 15 Desember 2025.
Penetapan batas tanggal tersebut bertujuan agar KPM bisa membeli kebutuhan pokok menjelang Nataru.
Progres penyaluran mencapai 80%, terutama di beberapa area provinsi di Pulau Jawa. Progres tersebut mencakup KKS baru dan lama.
Kendala utama penyaluran ialah data pengganti bansos. Kementerian Sosial menjamin tidak ada bansos yang hangus.
Pada aplikasi SIKS-NG terdapat status Standing Instruction (SI) dan Surat Perintah Membayar (SPM).
Sejak 9 Desember 2025, pencairan BPNT untuk KKS Bank Mandiri mulai masif. Pencairan bansos mencapai 70% di wilayah prioritas.
Daerah teraktif penyaluran bansos ialah Jawa Timur, yaitu Mojokerto dan Malang. Di Mojokerto, penyaluran BPNT mencapai 70%.
Sejak awal Desember 2025, penyaluran BPNT di Purbalingga dan Sragen (Jawa Tengah) mencapai 60% dengan fokus pada KKS lama.
Penyaluran BPNT di Bogor mencapai 50% untuk PKH plus BPNT. Sementara itu, Sumatera (Medan) dan Sulawesi (Makassar) mulai melakukan penyaluran BPNT.
Untuk KKS yang terblokir, segera urus ke kantor cabang bank Himbara.
Sejak 5 Desember 2025, KKS BRI mulai gencar menyalurkan bansos BPNT. Sementara BNI mulai masif mencairkan BPNT sejak 7 Desember 2025 dengan progres mencapai 60%.
Prediksi puncak pencairan BPNT terjadi pada 10–12 Desember 2025 melalui BSI di Aceh, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat.***
Editor : Eli Kustiyawati