RADAR BOGOR – Gelombang kekecewaan KPM (Keluarga Penerima Manfaat) kembali menyeruak di media sosial.
Sebuah video memperlihatkan seorang warga nekat membakar Kartu KKS Merah Putih miliknya karena mengaku sudah berbulan-bulan tidak menerima bantuan sosial.
Dalam video tersebut, warga menunjukkan kartu yang sebelumnya rutin berisi saldo bansos, namun kini sepenuhnya kosong.
Fenomena ini bukan terjadi sekali dua kali. Banyak keluarga penerima manfaat (KPM) melaporkan hal serupa: kartu masih aktif, namun saldo bansos mendadak hilang tanpa penjelasan.
Mengapa Saldo KKS Bisa Tiba-Tiba Tidak Ada?
Dilansir dari kanal YouTube Pendamping Sosial, penyebab utama banyaknya kartu KKS tidak lagi berisi bansos adalah ketidaktahuan masyarakat mengenai perubahan sistem pemerintahan.
Terutama sejak diterapkannya DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) dan penggunaan aplikasi SIKS-NG untuk memantau kelayakan penerima.
Berikut penyebab yang paling sering terjadi:
1. Data KPM Dikeluarkan karena Penyalahgunaan Bansos
Jika penerima dinilai menggunakan bantuan tidak sesuai peruntukan, nama mereka bisa langsung dikeluarkan dari sistem pusat.
2. Data Terindikasi Terkait Game Online Terlarang
Salah satu penyebab terbesar. Meski bukan penerima langsung yang melakukan game online terlarang, jika NIK keluarga pernah digunakan untuk top-up aplikasi, sistem dapat langsung mengeluarkan data tersebut dari daftar penerima.
3. Pendapatan atau Pekerjaan Tidak Lagi Masuk Kriteria Miskin
Jika dalam satu Kartu Keluarga terdapat anggota yang bekerja sebagai PNS, TNI/Polri, P3K, atau memiliki gaji di atas UMP/UMK, maka seluruh keluarga dapat gugur dari penerima bansos.
4. Kepemilikan Aset Tinggi Terdeteksi Otomatis
DTSEN kini menautkan data NIK dengan database pertanahan, kendaraan, hingga listrik. Jika ditemukan:
• Sertifikat tanah/rumah
• Kendaraan nilai tinggi
• Listrik di atas 1.200 VA
Maka bantuan akan dihentikan otomatis.
5. Masa Kepesertaan Sudah Lebih dari 5 Tahun
KPM yang sudah menerima bansos lebih dari lima tahun akan digraduasi mandiri, kecuali memiliki komponen khusus seperti lansia atau disabilitas.
6. Desil Kemiskinan Terlalu Tinggi
Hanya warga dengan desil 1–4 yang berhak menerima PKH dan desil 1–5 untuk BPNT.
Jika naik ke desil 6 ke atas, bantuan otomatis berhenti.
Bagaimana Solusinya?
Bukan RT atau kelurahan yang punya jawaban, melainkan Dinas Sosial setempat yang memiliki akses langsung ke sistem SIKS-NG.
Warga bisa melakukan:
• Pengajuan pembaruan data melalui aplikasi Cek Bansos
• Permohonan penurunan desil melalui Dinas Sosial.***
Editor : Eli Kustiyawati