RADAR BOGOR - Kementerian Sosial (Kemensos) terus mematangkan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sosial Kesejahteraan Rakyat atau BLT Kesra yang menargetkan total 35 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Bantuan ini disalurkan berdasarkan data dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menjelaskan pihaknya telah bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan pemerintah daerah untuk melakukan verifikasi cepat atau ground check terhadap data para KPM.
Proses ini sangat penting untuk memastikan kelayakan penerima sebelum bantuan disalurkan.
Baca Juga: Flyover Cibinong Jadi Lokasi Pertama ETLE di Kabupaten Bogor, Beroperasi 1 Januari 2026
Hingga saat ini, Kemensos telah berhasil menyalurkan bantuan kepada lebih dari 28 juta KPM yang sudah dinyatakan layak.
Penyaluran dilakukan melalui bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan juga PT Pos Indonesia.
Sementara itu, proses penyaluran masih menyisakan sekitar 2,8 juta KPM yang datanya masih dalam tahap verifikasi akhir.
Mensos berharap seluruh proses ini dapat segera rampung dan mengumumkan batas waktu pemutakhiran data.
"Kami harapkan cut off pemutakhiran data itu pada tanggal 17 Desember," ucap Saifullah Yusuf dilansir dari laman resmi Kementerian Sosial (Kemensos).
Setelah tanggal tersebut, Kemensos dan PT Pos Indonesia akan segera melakukan penyaluran bantuan tahap akhir.
Prosedur Pengambilan Bantuan Melalui PT Pos Indonesia
Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris, memastikan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua prosedur fleksibel untuk memudahkan KPM mengambil bantuan:
- Pengambilan Langsung di Kantor Pos
KPM dapat mendatangi kantor pos terdekat untuk mengambil BLTS secara langsung.
- Penyaluran Kolektif
Jika tidak ada kantor pos yang dekat atau jumlah penerima banyak, KPM dapat berkumpul di satu lokasi terpusat, seperti kantor kelurahan atau balai desa. Petugas PT Pos kemudian akan datang untuk menyalurkan bantuan secara kolektif.
Proses penyaluran ini diharapkan dapat tuntas sesuai target sebelum akhir tahun 2025.***
Editor : Eka Rahmawati