RADAR BOGOR - Pemerintah terus berupaya menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Masyarakat atau BLT Kesra dengan target 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Bantuan sosial (bansos) sebesar Rp900 ribu disalurkan pemerintah merupakan program Presiden RI Prabowo Subianto dengan tujuan membantu keluarga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pokok.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan agar bantuan Rp900 ribu digunakan untuk kepentingan yang bermanfaat seperti memenuhi kebutuhan pokok.
Gus Ipul mengatakan bantuan itu diharapkan bisa meringankan beban di akhir tahun para keluarga penerima manfaat (KPM).
"Nanti dibelanjakan untuk urusan-urusan pokok keluarga dan akhirnya ikut menaikkan pertumbuhan ekonomi kita secara bersama-sama," kata Gus Ipul saat bertemu KPM hadir di Kantor Pos Jatinegara belum lama ini sebagaimana dilansir dari laman resmi Kementerian Sosial.
Gus Ipul berpesan kepada seluruh penerima bantuan termasuk BLTS Kesra agar menggunakannya dengan bijak dan melarang untuk membeli rokok, kredit sepeda motor, hingga aktivitas terlarang.
Baca Juga: BLT Kesra Rp900 Ribu Sudah Disalurkan kepada 20 Juta KPM, Ini Pesan Mensos Agar Tak Ada Penumpukan di Kantor Pos saat Pencairan Bansos
"Bantuan ini tentu diharapkan tidak disalahgunakan, gunakan untuk kepentingan-kepentingan yang paling pokok, mungkin keperluan anak-anak sekolah atau merintis usaha, atau juga untuk hal-hal lain, mudah-mudahan ada manfaatnya," ujar Gus Ipul.
Sementara itu BLTS Kesra menargetkan 35 juta KPM dan penyalurannya berbasis dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kemensos bersama BPS serta pemerintah daerah sudah melakukan ground check atau verifikasi cepat terhadap data para penerima atau KPM sebelum menyalurkan bantuan tersebut.
Baca Juga: Viral Sosok Young Syefura Anggota Parlemen Malaysia yang Bikin Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Jatuh Hati, Warganet Ramai-Ramai Doakan Berjodoh
Hasil ground check kemudian dikirimkan lagi ke BPS agar dilakukan validasi sekaligus pengukuran sehingga diketahui sebenarnya keluarga penerima manfaat yang sudah diverifikasi layak mendapatkan bansos atau tidak.
Dari data sementara sampai saat ini, Gus Ipul menyebut bantuan sudah disalurkan kepada 28 juta lebih KPM yang memang layak menerima. Penyaluran BLT Kesra dilakukan melalui bank himbara atau himpunan bank milik negara serta PT Pos Indonesia.
Di sisi lain 2,8 juta KPM kini tengah dalam proses verifikasi dan diharapkan proses tersebut bisa segera selesai agar penyaluran BLT Kesra rampung sebelum akhir tahun 2025.
Baca Juga: Pemerintah Salurkan BLT Kesra bagi KPM Desil 1 sampai 4 lewat Bank Himbara dan PT Pos, Total Ada 35 Juta KPM, Catat Jadwal Pencairannya
"Kita cut off-nya itu tanggal 17 Desember, jadi kita tutup itu pemutakhian data di 17 Desember setelah itu, hari berikutnya kita bersama PT Pos akan melakukan penyaluran tahap akhir," ungkap Gus Ipul.
Terdapat prosedur penyaluran BLTS melalyi PT Pos yakni para KPM bisa datang langsung ke kantor pos terdekat untuk mengambil bantuan secara langsung.
Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia Haris selanjutnya menyebut jika tidak ada kantor terdekat, maka para KPM bisa berkumpul di satu lokasi, seperti kantor kelurahan yang nantinya petugas PT Pos Indonesia datang menyalurkan bantuan secara kolektif.