Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Update Saldo Bansos di KKS: Segera Cairkan Dana Rp400 Ribu, Rp600 Ribu dan Rp900 Ribu Sebelum Batas Akhir Desember 2025

Mutia Tresna Syabania • Senin, 15 Desember 2025 | 11:26 WIB
Ilustrasi: Penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada para penerima manfaat atau KPM.
Ilustrasi: Penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada para penerima manfaat atau KPM.
RADAR BOGOR - Memasuki pertengahan Desember 2025, proses penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) masih berlangsung. 
 
Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM), khususnya KPM bansos peralihan dari PT Pos Indonesia, melaporkan adanya saldo masuk dengan nominal yang bervariasi.
 
Dikutip dari Youtube Diary Bansos, KPM bansos diimbau untuk segera melakukan pengecekan dan pencairan dana, sebelum batas akhir yang telah ditetapkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
 
1. Nominal Saldo Bansos yang Terpantau Masuk di KKS
 
Pencairan yang dilaporkan terjadi di berbagai wilayah, dengan fokus utama pada KKS yang diterbitkan oleh Bank BNI, menunjukkan adanya dana susulan untuk beberapa jenis bantuan.
 
Baca Juga: Geber Pencairan Bansos Jelang Akhir Tahun, Kemensos Sasar 35 Juta KPM Terima BLT Kesra, Ini Prosedur Penyaluran Bantuan lewat Kantor Pos
 
• Rp400.000: Bantuan Penebalan BPNT.Periode Juni–Juli 2025 (2 bulan Rp200.000).
 
• Rp600.000: BPNT Tahap 2 Periode April–Juni 2025 (3 bulan Rp200.000).
 
• Rp900.000: BLT Kesra. Periode Oktober–Desember 2025 (3 bulan Rp300.000).
 
Nominal ini seringkali diterima oleh KPM peralihan yang bantuannya tertunda sejak Tahap 2 atau Tahap 3 awal tahun 2025, dan baru disalurkan secara bertahap setelah KKS mereka terbit.
 
2. Batas Waktu Pencairan
 
Sesuai dengan surat edaran resmi dari Kemensos, seluruh KPM yang menerima bantuan melalui rekening bank/KKS (termasuk PKH, BPNT, BLT Kesra, dan penebalan BPNT) diwajibkan melakukan transaksi atau pencairan, paling lambat tanggal 31 Desember 2025.
 
Baca Juga: Temukan ODGJ Terlantar di Jabar Warga Bisa Hubungi Nomor Ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Nanti Akan Dijemput
 
KPM yang telah mengecek KKS-nya dan menemukan saldo telah masuk, disarankan untuk tidak menunda pencairan. 
 
Penundaan dapat berisiko terhadap status bantuan di periode berikutnya atau dana terbaca tidak bertransaksi.
 
3. Pilihan Tempat Pencairan Dana
 
KPM memiliki dua opsi utama untuk mencairkan dana bansos, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya:
 
• Agen Bank (E-Warong) dapat mengambil seluruh nominal bantuan, meskipun ada pecahan (seperti Rp25.000).
 
Umumnya dikenakan biaya administrasi untuk cek saldo dan penarikan.
 
Baca Juga: Temui Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Terungkap Ini Tujuan Anggota Parlemen Malaysia Young Syefura ke Lembur Pakuan
 
• Mesin ATM: Tidak ada biaya administrasi jika menggunakan ATM yang sama dengan bank penerbit KKS. Tidak dapat mencairkan nominal pecahan (misalnya, jika saldo Rp425.000 dan ATM hanya mengeluarkan pecahan Rp100.000, sisa Rp25.000 tidak bisa ditarik).
 
KPM dapat memilih tempat pencairan yang paling nyaman dan menguntungkan, yang terpenting, dana harus segera dicairkan.
 
Bagi KPM yang baru menerima KKS dan saldonya masih kosong, diimbau untuk bersabar dan terus melakukan pengecekan secara berkala.
 
Jika hingga akhir Desember saldo belum juga masuk, KPM disarankan untuk:
 
Cek Status SIKS-NG: Segera hubungi Pendamping PKH atau Operator SIKS-NG di desa/kelurahan untuk memastikan status Bansos terbaru mereka.
 
Pastikan Dana Aktif: Status di SIKS-NG akan menunjukkan apakah dana bansos masih dalam proses (misalnya SPM atau SI) atau sudah tidak bisa dicairkan (misalnya Exclude).***
 
Editor : Eka Rahmawati
#bansos #kks