Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bansos BPNT Tahap 4 Sudah Cair, tapi Saldo di KKS Milik KPM Berbeda-Beda, Kenapa? Ternyata Ini Penyebabnya

Khairunnisa RB • Selasa, 16 Desember 2025 | 19:24 WIB
Ilustrasi: Penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada para penerima manfaat atau KPM.
Ilustrasi: Penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada para penerima manfaat atau KPM.

RADAR BOGOR - Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 4 periode Oktober–Desember 2025 memasuki fase paling dinanti.

Sejak pagi hingga hari ini, media sosial dipenuhi laporan masuknya saldo bantuan ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik keluarga penerima manfaat (KPM) di berbagai daerah. Yang mengejutkan, nominal bantuan yang cair tidak seragam.

Melansir YouTube Info Bansos, selain angka standar Rp600.000, banyak KPM melaporkan saldo Rp1 juta hingga Rp1,2 juta lebih. Fenomena ini langsung memicu rasa penasaran publik.

Banyak penerima mengaku tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya, tetapi tiba-tiba menerima notifikasi pencairan di ATM atau agen bank.

Berdasarkan pemantauan dari berbagai platform media sosial, penyaluran BPNT hari ini berlangsung sangat masif, terutama di wilayah Pulau Jawa.

Baca Juga: Geber Pencairan Bansos Jelang Akhir Tahun, Kemensos Sasar 35 Juta KPM Terima BLT Kesra, Ini Prosedur Penyaluran Bantuan lewat Kantor Pos

Bank BNI kembali menjadi penyalur paling dominan, sekitar 80 persen laporan pencairan hari ini berasal dari KKS terbitan BNI.

Wilayah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur mencatat progres penyaluran hingga 90 persen.

Di Jakarta Utara, sejumlah KPM mengonfirmasi BPNT tahap 4 sebesar Rp600.000 sudah bisa dibelanjakan.

Sementara di Surabaya dan Cimahi, saldo bantuan masuk sejak pagi hari dan langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan harian.

Namun, yang membuat publik terkejut pencairan dengan nominal lebih besar. KPM pemegang KKS baru, yakni penerima yang baru tervalidasi atau mengalami pemutakhiran data melaporkan saldo Rp1 juta.

Nominal ini merupakan akumulasi BPNT tahap 4 sebesar Rp600.000 dan penebalan bantuan sembako Rp400.000.

Baca Juga: Pemugaran Situs Gunung Padang di Cianjur Dimulai, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Jaga Warisan Leluhur

Di Banyuwangi, Jawa Timur, bahkan muncul laporan saldo mencapai hampir Rp1,9 juta.

Diduga dana tersebut merupakan gabungan BPNT, penebalan bantuan, dan BLT Kesra yang cair bersamaan.

Hal serupa juga terjadi di Palembang, Sumatera Selatan, yang mana BLT Kesra Rp900.000 dilaporkan masuk ke KKS baru dan langsung dimanfaatkan untuk modal usaha kecil.

Selain itu, ada kategori KPM khusus yang menerima saldo Rp1,2 juta hingga Rp1,3 juta.

Kelompok ini merupakan KPM yang telah tervalidasi sebagai peserta Program Keluarga Harapan (PKH) pada termin 7.

Di Denpasar, Bali, seorang KPM melaporkan saldo Rp1,2 juta masuk ke KKS BNI hasil gabungan BPNT dan PKH.

Di Makassar, Sulawesi Selatan, komunitas bansos mencatat pencairan hingga Rp1,3 juta yang dimanfaatkan untuk biaya pendidikan anak.

Baca Juga: BLT Kesra Rp900 Ribu Sudah Disalurkan kepada 20 Juta KPM, Ini Pesan Mensos Agar Tak Ada Penumpukan di Kantor Pos saat Pencairan Bansos

Dari sisi wilayah, Sumatera mencatat progres 70–80 persen dengan fokus pada KKS baru. Bali dan Sulawesi menunjukkan peningkatan signifikan untuk pencairan akumulasi BPNT dan PKH.

Sementara Kalimantan dan Papua masih berada di kisaran 60–70 persen akibat kendala distribusi dan logistik.

Bank Mandiri mulai menunjukkan pergerakan, khususnya di wilayah timur Indonesia seperti NTT dan Maluku.

Di Kupang, BPNT murni Rp600.000 telah cair, sementara di Ambon dilaporkan saldo Rp1 juta untuk KKS baru.

Secara nasional, Mandiri saat ini mencakup sekitar 15 persen KPM BPNT dan progresnya terus meningkat.

Bank Syariah Indonesia (BSI) juga mencatat penyaluran cepat di Aceh dengan capaian hingga 85 persen.

Sebaliknya, Bank BRI masih relatif minim laporan dan diperkirakan akan menyusul pada gelombang berikutnya.

Secara nasional, penyaluran BPNT tahap akhir 2025 kini mencapai puncaknya pada pertengahan Desember.

Pemerintah mengimbau KPM untuk rutin mengecek saldo KKS melalui ATM, agen bank, atau aplikasi resmi cekbansos.kemensos.go.id.

Proses pencairan masih akan berlangsung hingga akhir Desember, sehingga KPM yang belum menerima diminta tetap bersabar karena penyaluran dilakukan bertahap sesuai wilayah dan validasi data.

Editor : Eka Rahmawati
#bpnt #bansos