RADAR BOGOR - Di tengah kabar gembira pencairan bansos BPNT Rp600.000 dan PIP Rp900.000 yang masuk serentak ke rekening KKS KPM Bank Mandiri dan BNI per 16 Desember 2025, muncul peringatan serius.
Pemerintah akan memberlakukan verifikasi dan validasi (verval) data KPM bansos PKH BPNT secara sangat ketat.
Dengan fokus utama menyasar KPM PKH BPNT yang dianggap tidak layak lagi menerima bansos, termasuk keluarga yang terlibat dalam praktik game online terlarang.
Peringatan pencoretan ini menjadi urgensi tertinggi karena diprediksi akan terjadi graduasi masif (penghapusan penerima) bagi KPM yang sudah dianggap mampu atau melanggar kriteria baru, membuka peluang bagi KPM baru yang lebih berhak, dikutip dari kanal YouTube KABAR BANSOS.
Angin Segar Akhir Tahun
Pencairan dana di pertengahan Desember ini menjadi penutup tahun yang vital bagi KPM.
- BPNT 3 Bulan Cair
KPM pemegang KKS BNI dan Mandiri menerima alokasi Rp600.000, mencakup bantuan pangan untuk periode Oktober, November, dan Desember 2025.
Para KPM baru dan lama yang sebelumnya tertunda penyalurannya diminta segera mengecek dan mengambil dana tersebut.
- Dana Sekolah untuk SMA
Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) senilai Rp900.000 juga mulai ditransfer ke rekening BNI, dikhususkan untuk siswa Kelas 1 SMA sebagai pencairan setengah tahap.
Desil 6 ke Atas Dipastikan Gugur
Salah satu pengetatan utama yang diumumkan untuk pencairan tahun 2026 adalah pembatasan berdasarkan tingkat kesejahteraan (Desil).
- KPM wajib berada di bawah Desil 5 (yaitu Desil 1 hingga 5).
Ini menunjukkan bahwa KPM tersebut masih termasuk dalam kategori sangat miskin hingga miskin rentan.
- KPM yang terdeteksi berada di atas Desil 6 dipastikan tidak akan menerima bantuan PKH maupun BPNT di tahun 2026.
Hal ini untuk memastikan bantuan dialihkan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan.
Rekening Terlibat Game Online Terlarang Langsung Digraduasi.
Ini adalah poin paling krusial dan baru dalam kebijakan verifikasi 2026.
Pemerintah tidak akan mentolerir penerima bantuan sosial yang menyalahgunakan dana atau memiliki gaya hidup yang tidak sesuai dengan peruntukan bansos, terutama terkait game online terlarang.
- Jika NIK KPM (atau anggota keluarga inti) terdeteksi memiliki rekening yang digunakan untuk transaksi game online terlarang, maka KPM tersebut akan dicoret seketika dari daftar penerima bantuan PKH/BPNT 2026.
- Pengetatan ini bertujuan memastikan integritas program dan mengalihkan bantuan dari KPM tidak layak ke KPM baru yang terdaftar di DTKS dan memenuhi syarat verval data.
Penting, segera ingatkan anggota keluarga, termasuk suami dan anak, untuk menghindari praktik game online terlarang karena dampaknya akan langsung pada kelanjutan status penerimaan bantuan keluarga.
PKH Lansia dan Disabilitas Aman
Meskipun terjadi pengetatan masif, dua kategori KPM PKH dipastikan aman dan akan terus menerima bantuan seumur hidup:
- KPM Lansia: Usia di atas 60 tahun.
- KPM Disabilitas Berat: Penerima manfaat dengan disabilitas kategori berat.
Kedua kelompok ini menjadi prioritas utama perlindungan sosial.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga