RADAR BOGOR – Proses penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) memasuki fase yang semakin intensif menjelang batas akhir tahun.
Pada 17 Desember 2025, terpantau lonjakan signifikan dalam pencairan saldo, khususnya bagi pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank BNI.
Pencairan ini menjadi kabar baik bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) karena melibatkan berbagai kategori, mulai dari KPM lama hingga KPM yang baru menerima KKS.
Dikutip dari YouTube Arfan Saputra Channel, salah satu sorotan utama dalam pencairan hari ini adalah fenomena “pecah telur”, yakni KPM yang baru memperoleh KKS BNI, yang merupakan KKS peralihan dari Kantor Pos dan belum pernah menerima bantuan, akhirnya menerima saldo masuk.
Beberapa KPM baru melaporkan penerimaan saldo PKH perdana dengan nominal Rp750.000 yang umumnya diperuntukkan bagi komponen anak balita.
Selain PKH, BPNT tahap 3 juga ramai cair bagi KPM pemegang KKS baru maupun lama dengan nominal Rp600.000.
Pencairan BPNT tersebut terpantau terjadi di berbagai wilayah, termasuk Cirebon Timur dan Tangerang.
Kabar gembira lainnya datang dari KPM yang sebelumnya hanya terdaftar sebagai penerima BPNT murni.
Pada 16 Desember 2025, banyak KPM BPNT murni pemegang KKS lama tahun 2021 melaporkan adanya saldo PKH yang masuk.
KPM yang kini masuk kategori PKH validasi tersebut menerima saldo dengan nominal Rp975.000.
Hal ini menandakan status kepesertaan mereka telah diperbarui sehingga menjadi penerima ganda, yaitu BPNT dan PKH.
Selain itu, KKS lama juga menerima pencairan PKH dengan nominal besar, salah satunya terpantau mencapai Rp1.200.000.
Meski kabar pencairan ini menggembirakan, KPM diimbau tetap waspada dan proaktif.
KPM disarankan rutin mengecek saldo melalui ATM atau agen bank karena pencairan dilakukan secara bertahap dan tidak serentak.
Proses pentransaksian bansos APBN harus diselesaikan paling lambat 30 Desember 2025.
KPM diminta memastikan saldo telah diambil sebelum tanggal tersebut guna menghindari dana dikembalikan ke kas negara.
Saat ini, fokus pencairan masih pada PKH dan BPNT tahap 3.
Sementara itu, untuk BPNT tahap 4 yang banyak dinantikan, laporan pencairannya masih minim dan diharapkan segera menyusul pada hari-hari terakhir bulan Desember ini.***
Editor : Eli Kustiyawati