RADAR BOGOR - Pencairan Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT Tahap 4 tahun 2025 mulai menunjukkan progres signifikan pada pertengahan Desember.
Dilansir dari kanal Info Bansos, sejumlah laporan dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai daerah mengindikasikan bahwa saldo bantuan telah masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), meskipun nominal yang diterima tidak selalu sama antar penerima.
Kondisi ini memunculkan banyak pertanyaan di masyarakat, khususnya terkait perbedaan jumlah saldo, waktu pencairan yang tidak serentak, serta kepastian status kepesertaan bantuan.
1. Penyaluran BPNT Tahap 4 Mulai Merata di Bank Penyalur
Penyaluran BPNT Tahap 4 terpantau aktif di seluruh bank penyalur yang tergabung dalam Himbara, yaitu BNI, BRI, Mandiri, dan BSI.
Aktivitas pencairan dilaporkan berlangsung hampir bersamaan, meskipun kecepatan masuknya saldo berbeda-beda antar bank dan wilayah.
Bank BNI disebut sebagai salah satu penyalur yang paling cepat menyalurkan bantuan ke rekening KKS, sementara BRI juga mencatat banyak laporan saldo masuk, termasuk bagi KPM yang sebelumnya menerima bantuan melalui PT Pos.
Bank Mandiri dan BSI pun menunjukkan progres positif dengan semakin banyak KPM yang berhasil mengecek saldo bantuan mereka.
2. Perbedaan Nominal Saldo BPNT yang Diterima KPM
Salah satu hal yang paling banyak dibicarakan adalah perbedaan jumlah saldo BPNT Tahap 4 yang diterima.
KPM pemegang KKS lama yang tergolong sebagai penerima BPNT murni umumnya memperoleh bantuan sebesar Rp600.000, yang merupakan alokasi untuk periode Oktober hingga Desember 2025.
Sementara itu, KPM dengan KKS baru hasil peralihan dari penyaluran melalui Pos banyak melaporkan saldo lebih besar, berkisar Rp1.000.000 atau bahkan lebih.
Nominal ini berasal dari akumulasi bantuan sembako tambahan serta integrasi dengan program bantuan lain yang sebelumnya belum diterima.
3. Saldo Lebih Besar bagi KPM Penerima BPNT dan PKH
Bagi KPM yang terdaftar sebagai penerima ganda BPNT dan Program Keluarga Harapan (PKH), jumlah saldo yang masuk ke rekening KKS bisa jauh lebih besar.
Total bantuan yang diterima dapat mencapai lebih dari Rp1 juta hingga di atas Rp2,5 juta, tergantung pada komponen keluarga yang terdaftar.
Komponen tersebut meliputi ibu hamil atau balita, lansia, penyandang disabilitas, serta anak sekolah sesuai jenjang pendidikan.
Semakin banyak komponen yang aktif dan valid, semakin besar pula total bantuan yang diterima pada tahap ini.
4. Wilayah dengan Progres Pencairan Tinggi
Secara nasional, penyaluran BPNT Tahap 4 disebut telah mencapai sekitar 80 hingga 88 persen. Di Pulau Jawa, wilayah Jawa Barat seperti Bogor, Depok, Bekasi, Bandung, Cirebon, dan Tasikmalaya mencatat progres tinggi, meskipun di beberapa titik masih berjalan bertahap.
Jawa Tengah dan DIY, termasuk Semarang, Solo, Purwokerto, Cilacap, dan Yogyakarta, juga menunjukkan tren pencairan yang cukup masif.
Di Jawa Timur, daerah seperti Surabaya, Malang, dan Kediri turut melaporkan saldo bantuan mulai masuk. Sementara di luar Jawa, laporan pencairan datang dari wilayah Sumatera, Sulawesi, hingga Kalimantan.
5. Alasan Pencairan BPNT Tidak Masuk Bersamaan
Perbedaan waktu pencairan antar KPM, bahkan dalam satu lingkungan yang sama, bukanlah hal yang tidak wajar. Terdapat beberapa faktor utama yang memengaruhi kondisi ini.
Pertama, proses validasi dan pemadanan data KPM yang dilakukan secara bertahap di setiap daerah untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Kedua, sistem internal masing-masing bank penyalur memiliki mekanisme dan jadwal pemrosesan saldo yang berbeda.
Ketiga, sebagian rekening KKS masih dalam tahap verifikasi atau aktivasi sehingga saldo belum bisa langsung masuk.
Keempat, penyaluran BPNT memang dilakukan secara bergelombang atau termin, bukan serentak dalam satu waktu.
6. Imbauan bagi KPM yang Saldo Belum Masuk
KPM yang hingga kini belum menerima saldo BPNT Tahap 4 diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan, termasuk ajakan menggunakan bantuan untuk keperluan yang tidak sesuai, seperti aktivitas game online terlarang.
Selama nama penerima masih tercatat dalam DTKS dan memenuhi kriteria sebagai KPM aktif, bantuan dipastikan tetap akan disalurkan.
Pengecekan saldo disarankan dilakukan secara berkala melalui mesin ATM, agen bank resmi, atau layanan perbankan digital yang tersedia.***
Editor : Eli Kustiyawati