Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kabar Baik dan Kabar Buruk PKH 2026 hingga Bansos PIP Rp1,8 Juta Cair di Berbagai Wilayah, Cek Selengkapnya

Mutia Tresna Syabania • Rabu, 17 Desember 2025 | 13:05 WIB
Ilustrasi KPM bansos
Ilustrasi KPM bansos

RADAR BOGOR - Menjelang akhir tahun anggaran 2025, yang menyisakan waktu kurang dari dua minggu, Kementerian Sosial (Kemensos) terus melakukan percepatan penyaluran bansos, sekaligus mempersiapkan kebijakan baru untuk tahun 2026.

Terdapat kabar baik dan kabar kurang baik bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos PKH.

Dikutip dari YouTube Cek Bansos, Kemensos saat ini fokus pada pembaruan data DTKS untuk memastikan pemerataan bansos.

1. Kabar Baik: Penambahan KPM Baru di Tahun 2026

Tahun 2026 akan menyaksikan penambahan kuota KPM baru untuk menggantikan KPM yang tergraduasi atau mengundurkan diri.

Fokus Kemensos: Terus melakukan pembaruan data DTKS untuk memastikan bansos tersalurkan 100%, dan memberikan kesempatan bagi keluarga miskin yang belum pernah ditetapkan sebagai penerima bantuan reguler.

Kriteria Penerima Baru: Calon KPM harus memenuhi syarat, yaitu terdata di DTKS dan berada pada Desil 1 hingga Desil 5, yang merupakan desil prioritas penerima bansos.

Target: Memperluas cakupan bantuan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan dan belum pernah menerima bansos sama sekali dari pemerintah.

2. Kabar Kurang Baik: Graduasi KPM PKH Lebih dari 5 Tahun

KPM PKH perlu menyimak kebijakan baru yang bersifat mendorong kemandirian:

Graduasi Bertahap: Penerima bantuan PKH (selain Lansia dan Disabilitas) yang masa kepesertaannya lebih dari 5 tahun akan digraduasi secara bertahap.

Tujuan: Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong graduasi bagi KPM yang dinilai sudah mampu atau mandiri secara ekonomi, setelah menerima bantuan dalam jangka waktu maksimal 5 tahun, sekaligus mengosongkan kuota untuk KPM baru.

Langkah Kemensos: Pihak Kemensos akan melakukan evaluasi dan pendampingan.

KPM usia produktif yang dinilai mampu akan didorong untuk mengikuti program pemberdayaan ekonomi atau pelatihan keterampilan, bukan lagi bansos reguler.

Selain bansos reguler, pencairan Bansos tambahan berupa Program Indonesia Pintar (PIP) mulai marak dilaporkan cair di berbagai wilayah. Bantuan ini ditujukan bagi KPM PKH yang memiliki anak sekolah.

Penerima: Anak-anak sekolah dari jenjang SD, SMP, hingga SMA yang sudah melakukan aktivasi rekening SimPel (Simpanan Pelajar) di bulan Oktober atau November.

Nominal: Bantuan PIP yang dicairkan bervariasi, mulai dari Rp450.000 hingga Rp1.800.000, tergantung jenjang pendidikan anak.

Wilayah Pencairan: Laporan pencairan PIP hari ini datang dari berbagai wilayah, termasuk Teluk Bayur (Sumatera Barat), Jakarta Barat, Pontianak, Karanganyar (Jawa Tengah), Makassar, Palembang, Purwodadi, Gorontalo, Bekasi Barat, Lampung, NTB, dan Malang (Jawa Timur).

KPM bansos yang anak-anaknya memiliki SK Nominasi PIP, diimbau untuk segera melakukan pengecekan di Kartu KIP atau rekening SimPel masing-masing.***

Editor : Eli Kustiyawati
#kpm #kemensos #bansos #pkh