RADAR BOGOR - Di tengah ketatnya evaluasi penerima bantuan sosial (bansos), kabar menggembirakan datang bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang memiliki anak usia sekolah.
Bantuan sosial tambahan berupa Program Indonesia Pintar (PIP) dilaporkan mulai cair dengan nominal mencapai Rp450.000 hingga Rp1,8 juta.
Pencairan ini menjadi angin segar bagi banyak keluarga, terutama yang telah melakukan aktivasi rekening dan kartu sejak Oktober hingga November 2025.
Tanpa pengumuman besar, dana PIP mulai masuk langsung ke rekening SimPel maupun kartu KIP penerima.
PIP merupakan bantuan pendidikan yang ditujukan untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap dapat mengakses pendidikan.
Untuk KPM PKH, bantuan ini menjadi tambahan signifikan di luar bantuan reguler PKH dan sembako.
Dilansir dari kanal YouTube Cek Bansos, nominal bantuan bervariasi sesuai jenjang pendidikan. Untuk siswa SD, bantuan yang diterima berkisar Rp450.000 per tahun.
Siswa SMP menerima sekitar Rp750.000, sementara siswa SMA atau sederajat bisa mendapatkan bantuan hingga Rp1,8 juta.
Pencairan kali ini diprioritaskan bagi penerima yang telah memiliki Surat Keputusan (SK) nominasi dan telah melakukan aktivasi rekening tepat waktu.
Banyak laporan menunjukkan bahwa dana langsung bisa ditarik tanpa kendala setelah saldo masuk.
Sejumlah wilayah di Indonesia telah melaporkan pencairan PIP dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan testimoni penerima, pencairan tercatat terjadi di berbagai daerah, antara lain:
• Teluk Bayur, Sumatera Barat (SD)
• Jakarta Barat dan Jakarta Selatan (SD)
• Pontianak, Kalimantan Barat (SD)
• Karanganyar dan Purwodadi, Jawa Tengah (SD dan SMP)
• Makassar, Sulawesi Selatan (SMP)
• Palembang, Sumatera Selatan (SD)
• Gorontalo (SD)
• Bekasi Barat, Jawa Barat (SMP)
• Lampung (SD)
• Nusa Tenggara Barat (SMP)
• Malang, Jawa Timur
Daftar ini diperkirakan akan terus bertambah seiring proses pencairan bertahap yang dilakukan oleh bank penyalur.
Pemerintah dan pendamping sosial mengimbau KPM PKH yang memiliki anak sekolah dan telah melakukan aktivasi pada Oktober–November untuk segera melakukan pengecekan saldo.
Banyak penerima yang tidak menyadari bahwa dana sudah masuk karena tidak ada notifikasi khusus.
Pengecekan dapat dilakukan melalui ATM, mobile banking, atau langsung ke bank penyalur sesuai rekening masing-masing.
Jika dana telah masuk, KPM disarankan segera menarik atau memanfaatkan bantuan sesuai kebutuhan pendidikan anak.
Dengan cairnya bansos tambahan ini, pemerintah berharap beban ekonomi keluarga dapat berkurang, sekaligus menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Di tengah dinamika kebijakan PKH 2026, pencairan PIP menjadi bukti bahwa bantuan sosial tetap berjalan bagi mereka yang memenuhi syarat.***
Editor : Eli Kustiyawati