RADAR BOGOR - Akhir tahun 2025 membawa kabar menggembirakan bagi jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) PKH BPNT.
BPNT tahap 4 dilaporkan cair secara masif, bahkan di beberapa daerah disertai pencairan bansos PKH dan penebalan sembako secara bersamaan.
Tak heran jika banyak KPM PKH BPNT dibuat kaget saat melihat saldo bansos ATM mereka melonjak drastis.
Sejak pagi hingga malam hari tanggal 16 Desember 2025, laporan pencairan terus bermunculan.
Media sosial dipenuhi unggahan bertuliskan “cair, cair, cair”, lengkap dengan doa agar seluruh penerima segera merasakan manfaat yang sama.
Bank penyalur seperti BNI, BRI, Mandiri, dan BSI sama-sama aktif.
Bahkan, BNI disebut sebagai bank tercepat dalam proses penyaluran kali ini, disusul BRI dan Mandiri yang mulai menyusul secara bertahap.
Salah satu laporan paling mengejutkan datang dari pemegang KKS Bank Mandiri, yang mengaku menerima pencairan gabungan senilai Rp2.725.000.
Nominal besar ini diduga berasal dari pencairan multibansos dalam satu waktu.
Kenapa Ada yang Cair Besar, Ada yang Belum?
Fenomena perbedaan waktu dan nominal pencairan sempat menimbulkan tanda tanya di kalangan KPM.
Bahkan, dalam satu wilayah yang sama, ada penerima yang sudah cair, sementara tetangganya belum.
Pihak terkait menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh beberapa faktor.
Pertama, validasi data KPM yang berbeda-beda di tiap daerah.
Proses ini penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak salah penerima.
Kedua, penyesuaian sistem internal bank penyalur.
Setiap bank memiliki mekanisme dan jadwal pencairan yang tidak selalu sama.
Ketiga, sebagian rekening KKS masih dalam tahap aktivasi atau pengecekan, terutama KKS baru hasil peralihan dari kantor pos.
Selain itu, penyaluran BPNT memang dilakukan dengan sistem gelombang, bukan serentak secara nasional.
Artinya, keterlambatan bukan berarti bantuan hangus atau nama penerima dihapus.
Jadwal dan Target Penyaluran
Hingga pertengahan Desember 2025, progres nasional penyaluran BPNT tahap 4 telah mencapai sekitar 80 hingga 85 persen.
Pemerintah menargetkan seluruh bantuan tuntas disalurkan sebelum akhir bulan Desember.
Pulau Jawa menjadi wilayah dengan progres tercepat, disusul Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
Bagi KPM yang belum menerima, disarankan untuk rutin mengecek saldo melalui ATM, agen bank, atau aplikasi mobile banking, karena pencairan bisa masuk sewaktu-waktu.
Yang terpenting, pemerintah kembali menegaskan bahwa BPNT tahap 4 senilai Rp600.000 untuk periode Oktober–Desember 2025 tetap menjadi hak KPM selama masih terdaftar di DTKS dan memenuhi ketentuan.
Di tengah naiknya harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun, bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan menjadi berkah penutup tahun 2025.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga