RADAR BOGOR - Sejak hari ini, 17 Desember 2025, penyaluran bansos Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap 4 (alokasi Oktober, November, Desember) terpantau KPM mengalami peningkatan masif dan merata di seluruh Bank Himbara (BNI, BRI, Mandiri, BSI).
Dikutip dari YouTube Info Bansos, laporan dari berbagai wilayah menunjukkan KPM menerima saldo BPNT hingga jutaan rupiah.
Terutama bagi KPM pemegang Kartu KKS baru yang terintegrasi dengan berbagai program bansos lainnya, bukan hanya BPNT.
1. Progres Penyaluran BPNT Tahap 4
Pencairan BPNT Tahap 4 sebesar Rp600.000 (untuk tiga bulan) telah mencapai sekitar 80–85% secara nasional dan ditargetkan tuntas sebelum akhir Desember 2025.
• BRI mulai masif menyalurkan. Laporan KPM lama (KKS asli BRI) cair Rp600.000.
• BNI terus mendominasi dan dilaporkan paling masif menyalurkan, termasuk untuk KKS baru peralihan PT Pos.
• Mandiri terpantau mencairkan dalam nominal besar, dengan laporan gabungan Bansos mencapai Rp2.725.000.
• BSI terus menyalurkan secara berkala, KPM diimbau rutin mengecek saldo.
2. Fenomena Multibansos di KKS Baru
Salah satu hal paling menarik dalam penyaluran kali ini adalah perbedaan nominal saldo antara KKS lama dan KKS baru (transisi dari PT Pos ke Bank Himbara).
KKS Lama: Sebagian besar cair murni BPNT Rp600.000.
KKS Baru: Banyak yang cair lebih besar, mulai dari Rp1.000.000 hingga mencapai Rp2.750.000.
Nominal besar ini terjadi karena adanya akumulasi dana: BPNT Tahap 4 (Rp600.000).Penebalan Sembako (Rp400.000).
Integrasi dengan PKH: KPM yang baru tervalidasi sebagai peserta PKH menerima dana PKH sekaligus, di mana nominalnya bervariasi tergantung kategori:
Ibu Hamil/Anak Balita: Rp750.000
Anak SD: Rp225.000
Anak SMP: Rp375.000
Anak SMA: Rp500.000Lansia/Disabilitas: Rp600.000.
3. Persebaran Wilayah Pencairan
Pencairan hari ini sangat masif di:Pulau Jawa: Lebih dari 15 kabupaten/kota di Jawa Barat (Bogor, Depok, Bekasi, Bandung, Cirebon, Tasikmalaya) mencapai progres 70–90%.
Jawa Tengah (Purwokerto, Semarang, Solo, Cilacap) dan Daerah Istimewa Yogyakarta juga terus melanjutkan pencairan.
Wilayah Lain: Jawa Timur (Surabaya, Malang, Kediri), serta wilayah Sumatera (Lampung, Palembang), Sulawesi, dan Kalimantan juga terus menyalurkan.
4. Mengapa Pencairan Tidak Merata?
KPM sering bertanya mengapa saldo BPNT tidak cair serentak, bahkan antar-tetangga atau sesama bank penyalur.
Hal ini disebabkan oleh mekanisme penyaluran bansos yang dilakukan secara bertahap dan bergelombang (termin), dipengaruhi oleh:
Validasi Data KPM: Proses pengecekan data KPM dilakukan secara menyeluruh dan berbeda di setiap wilayah untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Penyesuaian Sistem Bank: Setiap Bank Himbara memiliki jadwal dan mekanisme clearing internal yang berbeda.
Kesiapan Data Penyaluran: Saldo baru ditransfer ketika data penyaluran di wilayah tersebut sudah siap.
Keterlambatan pencairan bukan berarti nama penerima dicoret. Selama KPM masih terdaftar di DTKS dan memenuhi syarat, saldo BPNT Tahap 4 senilai Rp600.000 pasti akan masuk.
KPM bansos diimbau untuk segera mengecek saldo di ATM terdekat, agen Bank, atau aplikasi mobile banking masing-masing sebelum batas akhir pencairan di bulan Desember.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga