RADAR BOGOR - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, pemerintah mengumumkan percepatan penyaluran lima program bantuan sosial (bansos) di bulan Desember 2025.
Percepatan ini ditujukan untuk memastikan KPM PKH, BPNT, dan masyarakat miskin ekstrem dapat merasakan manfaat bansos sebelum tutup tahun anggaran setelah atau sebelum perayaan Natal dan tahun baru.
Dikutip dari YouTube Gania Vlog, berikut adalah lima program bansos yang dipastikan akan gencar disalurkan sebelum perayaan Natal dan Tahun Baru ini, di antaranya:
1. PKH Tahap 4 (Oktober-Desember)
Meskipun proses pencairan sudah dimulai, masih ada sebagian KPM PKH yang belum menerima dana Tahap 4. Kemensos terus menginstruksikan percepatan penyaluran.
Penerima: KPM yang belum cair, baik melalui Kartu KKS Merah Putih maupun PT Pos Indonesia.
2. BPNT Tahap 4 (Oktober-Desember)
Sama seperti PKH, penyaluran BPNT senilai Rp600.000 untuk alokasi tiga bulan masih berlangsung secara bertahap.
Imbauan: KPM yang belum menerima BPNT Tahap 4 diimbau bersabar karena proses pencairan akan dipercepat di bulan Desember ini.
3. BLT Kesra Rp900.000
Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) senilai Rp900.000 juga masih dalam proses penyaluran bertahap, dengan beberapa termin di bulan Desember.
Penerima: KPM PKH dan BPNT yang belum menerima tambahan ini, baik yang dicairkan melalui KKS maupun PT Pos Indonesia.
4. BLT Dana Desa (Rp300.000 per bulan)
Program BLT Dana Desa (BLT DD) menyasar masyarakat miskin ekstrem di pedesaan.
Nominal: Rp300.000 per bulan.
Pencairan: Kebijakan diserahkan kepada desa setempat, seringkali dicairkan sekaligus untuk 3 bulan dengan total Rp900.000. Penyaluran BLT DD masih akan berlanjut di akhir tahun 2025.
5. Program Indonesia Pintar (PIP)
Pencairan dana PIP dipercepat di akhir tahun, bertepatan dengan momen ujian semester dan meningkatnya kebutuhan sekolah.
Alokasi: Dana PIP Tahap 3 (Oktober-Desember 2025) dipastikan cair.
Nominal: Bervariasi mulai dari Rp450.000 hingga Rp1.000.000 per siswa, tergantung jenjang pendidikan (SD, SMP, SMA/SMK, dan pendidikan nonformal).
Target: Siswa dari keluarga kurang mampu yang telah memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP), masuk SK Nominasi, dan sudah melakukan aktivasi rekening SimPel.
Percepatan ini diharapkan dapat membantu KPM memenuhi kebutuhan dasar, kebutuhan sekolah anak, serta meningkatkan daya beli menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru.
KPM yang belum menerima bansos, diimbau untuk proaktif memantau status pencairan di sistem pendamping atau rekening bank masing-masing.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga